go green
Recent Issues

SKK Migas Bidik Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari di 2033

SKK Migas Bidik Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari di 2033

12 Oktober 2019, 09:00:00

Jakarta -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha (SKK Migas) menargetkan produksi minyak dapat mencapai 1 juta barel per hari (BOPD) pada 2030-2033 mendatang. Untuk mencapai target itu, butuh investor dengan modal besar yang mau masuk di sektor migas.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan badan usaha membutuhkan waktu yang cukup lama dalam melakukan eksplorasi di satu lapangan atau blok migas hingga bisa memproduksi. Perhitungannya, butuh waktu sekitar 10 tahun untuk eksplorasi.

"Tentu saja investor yang diharapkan masuk ke eksplorasi ini investor yang kuat. Untuk bergerak di bidang migas ini waktunya cukup panjang, eksplorasi saja kadang 10 tahun belum nanti eksekusinya," ungkap Dwi, Kamis (10/10).

Untuk memancing investor yang mau menanamkan dananya di sektor migas, Dwi menyatakan pemerintah perlu membangun iklim investasi cukup positif. Bila regulasi yang dibuat dirasa tak menguntungkan bagi investor, maka sulit target ini tercapai.

"Jangan sampai ada tumpang tindih regulasi, di daerah lalu pusat. Jadi bagaimana regulasi bisa sejalan dan mendukung eksekusi investasi di berbagai tempat," ujar Dwi.

Sejauh ini, Dwi menyatakan terdapat 128 cekungan migas di Indonesia. Namun, badan usaha baru melakukan eksplorasi terhadap 54 cekungan, sehingga masih ada 74 cekungan lagi yang terbuka untuk dilakukan eksplorasi.

"Kalau saat ini memiliki cadangan minyak 3,8 miliar barel, maka yang tersedia belum tereksplorasi ini memiliki potensi 7,4 miliar barel. Dua kali lipat dari yang sekarang," jelas Dwi.

Lebih jauh Dwi mengungkapkan ada empat strategi yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sektor hulu migas di Indonesia. Pertama, menekan penurunan produksi alamiah agar tak mencapai 25 persen.

"Jadi ada program rutin, dengan begitu bisa mengontrol proyek yang sudah jalan," tutur Dwi.

Kedua, menjaga agar proyek berjalan tepat waktu. Dengan demikian, beban yang harus dikeluarkan juga semakin membengkak.

Ketiga, badan usaha juga diharapkan memanfaatkan metode enhanced oil recovery (EOR). Keempat, terkait dengan eksplorasi.

"Ini kami punya harapan. Sekarang ada komitmen US$2,4 juta untuk mengaktifkan kegiatan ke depan," pungkasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
UNNAR dan PPNS Mengadakan MoU UNNAR dan PPNS Mengadakan MoU

20 Januari 2020, 02:29:41

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara, Universitas Narotama (UNNAR) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding / MoU). MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor UNNAR Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM dan Direktur PPNS Ir. Eko Julianto, M.Sc., FRINA pada Kamis, 16 Januari 2020, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News