go green
Recent Issues

Penyebar Hoaks Penyerangan Tempat Ibadah Dibekuk Polisi

Penyebar Hoaks Penyerangan Tempat Ibadah Dibekuk Polisi

11 Juni 2019, 09:00:05

Jakarta -- Polisi membekuk seorang pria berinisial IA ditangkap petugas Kepolisian Resor (Polres) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat karena menyebarkan berita bohong alias hoaks melalui media sosial Facebook.

Kepala Satuan Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Eddwar M Pandjaitan mengatakan unggahan IA memicu emosi masyarakat.

"Pelaku menggunakan akun Facebook-nya mengunggah bahwa salah satu rumah ibadah di Kelurahan Malanu Sorong diserang massa," kata Eddwar.

Padahal, kata Eddwar, tidak terjadi penyerangan rumah ibadah.

"Yang terjadi adalah perkelahian dua kelompok warga saling melempar batu," katanya.

Menurut dia, postingan pelaku sempat memancing emosi masyarakat namun diredam oleh aparat kepolisian dan TNI yang turun ke lapangan mengatasi perkelahian warga tersebut.

Kata dia, pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Sorong Kota guna proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku diancam undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan hukuman 7 tahun kurungan penjara," ujarnya.

Polres Sorong, sebelumnya juga memproses hukum MA (33) narapidana kasus narkoba yang diduga menyebarkan berita bohong yang menyudutkan Polri. Napi tersebut penghuni Lapas Sorong.

Eddwar mengatakan pelaku menggunakan akun Facebooknya mengunggah gambar dan video yang menyatakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tito Karnavian pembunuh dan memperbolehkan pihak kepolisian membunuh para pendemo 22 Mei 2019.

Menurut dia, postingan pelaku merupakan ujaran kebencian terhadap institusi kepolisian negara. Dalam postingannya, pelaku mengajak masyarakat untuk membenci kepolisian.

Polres Sorong Kota kemudian menggeledah pelaku yang sedang menjalani hukuman empat tahun penjara karena kasus narkoba.

Polisi menyita satu unit ponsel yang diduga digunakan oleh pelaku guna memosting ujaran kebencian terhadap kepolisian negara.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan telah dikembalikan lagi ke Lapas," katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019 Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019

20 Juli 2019, 04:17:58

Tiga mahasiswa Universitas Narotama (UNNAR) berperan besar buat tim futsal putra Surabaya menuju babak final untuk merebut medali emas Porprov Jatim VI 2019. Pada laga final, Surabaya menang 4-1 atas Kota Malang di Gajah Futsal Tuban, Sabtu (13/7/2019). Mereka adalah Bagas Arya Siswantoro (prodi Ilmu Hukum), Alfredo Sony Febryan (prodi Manajemen), dan Fernanda Dhanny Geraldine (prodi Manajemen). Futsal putra Surabaya ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dua Pembobol Kantor Partai Berkarya Dibekuk
22 Juli 2019, 09:00:03

Dua Pembobol Kantor Partai Berkarya Dibekuk Surabaya -- Polisi meringkus dua orang yang diduga melakukan pembobolan dan pencurian kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai BerkaryaKota Surabaya, di Jalan Kutisari, Surabaya. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tenggilis Mejoyo .....

Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dibuka Sampai 9 Agustus 2019
22 Juli 2019, 09:00:03

Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dibuka Sampai 9 Agustus 2019 Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka pendaftaran beasiswa unggulan Kemendikbud mulai 17 Juli hingga 9 Agustus 2019. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendikbud, Suharti mengatakan beasiswa .....

OJK Sebut 46 Fintech Masuk Uji Izin Operasi
22 Juli 2019, 09:00:03

OJK Sebut 46 Fintech Masuk Uji Izin Operasi Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memproses 46 perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk masuk uji regulatory sandbox dalam rangka pemberian izin operasi. Sejumlah perusahaan fintech ini berasal dari berbagai .....

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal
21 Juli 2019, 09:00:10

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal

Tokopedia mengakui kesulitan untuk mengontrol peredaran produk ilegal, khususnya ponsel ilegal. Pasalnya, platform Tokopedia bersifat user generated content (UGC) alias para penggunalah yang mengunggah konten. Head of Category Browse .....