go green
Recent Issues

Pemerintah Permudah Eksportir Akses Layanan Izin Ekspor

Pemerintah Permudah Eksportir Akses Layanan Izin Ekspor

19 Januari 2020, 09:00:02

Jakarta -- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, Lembaga National Single Window (LNSW), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Ditjen Bea dan Cukai mempermudah para eksportir dalam mengakses layanan perizinan ekspor dan impor barang. Kemudahan mereka berikan melalui aplikasi INSWMobile yang diluncurkan Rabu (15/1).

Kemudahan juga dilakukan dengan membangun kantor bersama antara LNSW, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak untuk menyediakan informasi mengenai kesempatan pasar di luar negeri, regulasi pajak keluar serta regulasi negara yang akan dituju.

Kepala LNSW M.Agus Rofiudin mengatakan aplikasi tersebut nantinya dapat digunakan para eksportir untuk melacak atau tracking dokumen perizinan, dokumen status Pemberitahuan Impor Barang (PIB), Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin (SKA/CoO) dan informasi terkait larangan dan pembatasan pada laman Indonesia National Trade Repository (INTR) via ponsel.

Aplikasi ini juga dapat digunakan oleh para eksportir untuk berkonsultasi dan mengakses informasi kegiatan ekspor langsung dari Kementerian yang berkaitan dengan ekspor-impor.

"Dengan hadirnya aplikasi ini, saya berharap kegiatan ekspor nasional akan lebih meningkat sehingga tujuan pemerintah sebagaimana arahan Presiden dapat kami capai," jelas Agus, Rabu (15/1).

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan kolaborasi kerja ini nantinya akan mengharuskan lembaga-lembaga yang tergabung dalam LNSW ini untuk memecahkan permasalahan bersama.

"Semua (instansi) terkolaborasi, data yang dipakai sama, yang kedua akan disatukan semua kementerian lembaga (K/L) yang melakukan ekspor-impor menjadi satu platform," kata Heru.

Pada hari pertama diluncurkannya aplikasi dan peresmian gedung baru, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengaku kantor pelayanan masih sepi. Dirinya mengatakan masih banyak yang belum mengetahui peluncuran tersebut.

Selanjutnya penambahan kantor pelayanan LNSW sendiri disebut untuk memecah segmentasi importir secara geografis dan kuota. Meski dirancang untuk seluruh eksportir namun kantor kerja bersama ini ditargetkan untuk para eksportir kecil seperti Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

"Memberikan segmentasi eksportir, untuk yang akses trasportasinya jauh ya ke sini, para eksportir kecil bisa konsul ke sini," papar Hadiyanto.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB

20 Januari 2021, 17:59:26

Ir. Adi Prawito, MM, MT, dosen Program Studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama (UN) berhasil meraih gelar doktor. Adi Prawito lulus dengan predikat Sangat Memuaskan setelah menjalani ujian terbuka pada Program Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu 20 Januari 2020. Disertasi yang ditulis Adi Prawito untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar doktor berjudul “Modifikasi MPM untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....