go green
Recent Issues

Jumlah Crazy Rich RI Berpotensi Kalahkan Taipan China

Jumlah Crazy Rich RI Berpotensi Kalahkan Taipan China

06 Maret 2021, 09:00:00

Jakarta -- Jumlah ”crazy rich“ Indonesia diproyeksikan bakal melampaui taipan China berkat peluncuran vaksin Covid-19. Berdasar laporan kekayaan dari Knight Frank, perusahaan konsultan berbasis di London, ekonomi Indonesia diperkirakan bakal mengalami kenaikan tahunan sebesar 67 persen.

Perkiraan ini melihat jumlah individu dengan kekayaan tinggi selama lima tahun hingga 2025. Laporan bertajuk Wealth Report 2021 ini mematok standar kekayaan sebesar US$30juta (sekitar Rp430 miliar) termasuk nilai tempat tinggal seseorang.

"Ditambah dengan basis konsumsi domestik yang besar dan unicorn teknologi yang sedang berkembang, seperti Gojek, ada banyak peluang untuk menciptakan kekayaan dalam negeri," kata Garrett seperti dikutip dari Asia Nikkei.Tak hanya di Asia Tenggara, lonjakan 67 persen di Indonesia ini jadi yang paling tajam di seluruh dunia. Victoria Garrett, kepala perumahan Asia-Pasifik di Knight Frank, berpendapat Indonesia selalu menjadi raksasa ekonomi yang tertidur di Asia dengan populasi muda yang besar dan kelas menengah yang berkembang pesat.

Setelah Indonesia, India berada di urutan kedua dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 63 persen. Di sini terlihat Asia berada di puncak kemudian disusul Polandia, Swedia, Prancis, Selandia Baru dan China di urutan ketujuh dengan perkiraan peningkatan 46 persen.

Knight Frank mencatat Asia-Pasifik sudah menjadi rumah buat lebih banyak miliarder daripada kawasan lain yakni 36 persen dari total secara global.Dilihat dari lingkup lebih luas, Asia memimpin dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 39 persen pada individu dengan kekayaan sangat tinggi hingga 2025. Peringkat ini pun diikuti oleh Afrika sebesar 33 persen, Amerika Utara, Timur Tengah, Amerika Latin dengan angka 27 persen, lalu Eropa di kisaran 23-25 persen.

Meski pandemi membuat momentum ekonomi dunia melambat, Asia-Pasifik mampu beradaptasi dengan baik dengan tren dan peluang baru sehingga memperkuat pijakan sebagai pusat kekayaan. "Sekarang dengan vaksin yang disebarkan di seluruh dunia, individu dengan kekayaan sangat tinggi di Asia-Pasifik jauh lebih optimis dalam pemulihan," kata Garrett.

Menurut Garrett, “optimisme vaksin” berdasar survei pasar terkemuka di kawasan China daratan, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan terlihat sebagian besar responden mengharapkan pertumbuhan kekayaan pada 2021 sekitar 90 persen.

"Perlu dicatat juga bahwa pasar yang berjuang dengan wabah seperti India, Malaysia dan Filipina juga mengantisipasi pertumbuhan kekayaan. Ini menunjukkan kekuatan dan kepercayaan dalam pertumbuhan kekayaan yang berkelanjutan di Asia," imbuhnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FIK Universitas Narotama Mengadakan Bhakti Sosial ke Yayasan Darul Mustofa Kelurahan Tunjung, Burneh – Bangkalan Mahasiswa FIK Universitas Narotama Mengadakan Bhakti Sosial ke Yayasan Darul Mustofa Kelurahan Tunjung, Burneh – Bangkalan

20 April 2021, 11:22:16

Sebanyak 14 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) dan Prodi Teknik Informatika (TI) – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UN) Surabaya mengadakan kunjungan dan bhakti sosial ke Yayasan Darul Mustofa di Jalan KH Moh Cholil Gg I, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Rabu (07/04/2021). Rombongan mahasiswa dari Universitas Narotama tersebut ditemui langsung oleh KH Umar Farouq ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Gojek-Telkom Kolaborasi Kembangkan Startup di Indonesia Timur
20 April 2021, 09:00:01

Gojek-Telkom Kolaborasi Kembangkan Startup di Indonesia Timur Jakarta -- Sukses jadi super-app terdepan di Asia Tenggara, Gojek kembali melakukan inisiatif untuk memberdayakan anak muda, khususnya di kawasan Indonesia timur dengan memanfaatkan teknologi. Kali ini Gojek meluncurkan program Muda .....