go green
Recent Issues

NATO Peringatkan Trump Ancaman Tarik Pasukan dari Afghanistan

NATO Peringatkan Trump Ancaman Tarik Pasukan dari Afghanistan

22 November 2020, 09:00:00

Jakarta -- Organisasi Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) menegaskan bahaya yang muncul jika Amerika Serikat menarik pasukannya dari Afghanistan dan Irak.

Kepala NATO Jens Stoltenberg memperingatkan "langkah gegabah" AS tersebut bisa menjadikan Afghanistan sebagai "sarang teroris internasional" lagi.

"Harga yang harus dibayar jika menarik pasukan terlalu cepat atau pergi begitu saja tanpa ada koordinasi akan sangat mahal," kata Stoltenberg pada Selasa (17/11).

"Afghanistan berisiko menjadi sarang teroris internasional untuk merencanakan serangan teror di tanah kami. Dan ISIS bisa mencoba bangkit kembali di Afghanistan setelah kalah di Irak dan Suriah," ucapnya menambahkan.

Pernyataan blak-blakan itu diutarakan Stoltenberg menanggapi rencana pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump yang tiba-tiba mengumumkan akan mengurangi jumlah pasukan di Irak dan Afghanistan.

Dikutip AFP, selama ini pasukan AS membantu misi NATO di Afghanistan dan Irak.

Pada Selasa malam, pelaksana tugas Menteri Pertahanan AS, Christopher Miller, mengatakan ada sekitar 2.000 personel AS yang akan ditarik pulang dari Afghanistan terhitung Januari tahun depan. Sementara itu, sekitar 500 personel akan dipulangkan dari Irak.

Dengan pemulangan ini, jumlah total tentara AS di Afghanistan dan Irak masing-masing berkisar 2.500 orang.

Langkah tersebut diumumkan AS ketika masa pemerintahan Trump akan berakhir kurang lebih dalam 2 bulan ke depan.

Sementara itu, peringatan Stoltenberg merupakan kritik keras yang tidak pernah terjadi sebelumnya kepada AS.

Selama ini, NATO sangat berhati-hati dan menghindari berselisih pendapat dengan Trump demi keutuhan aliansi. Sebab, AS merupakan salah satu donor terbesar organisasi pertahanan tersebut.

Saat ini NATO memiliki 12 ribu kurang personel di Afghanistan yang sebagian besar bukan berasal dari pasukan AS.

Stoltenberg mengatakan misi NATO di Afghanistan terus ditinjau dan akan dihentikan pada waktu yang tepat dengan terkoordinasi.

Ia mengatakan NATO masih mengalokasikan bujet bagi tentaranya untuk membantu dan melatih tentara Afghanistan sampai 2024 mendatang.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Surabaya TV Lakukan MoU Universitas Narotama dan Surabaya TV Lakukan MoU

15 Januari 2021, 19:54:14

Universitas Narotama (UN) dan Surabaya TV melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding / MoU). MoU ini ditandatangani oleh Rektor Universitas Narotama Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM dan Direktur Surabaya TV Drs. Ec. I Nyoman Sudapet, MM pada Rabu, 13 Januari 2021 di Kantor Surabaya TV di Jalan Darmo Permai III Kav. A5 – A8, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dua Hari PPKM, 163 Perkantoran di Jakarta Ditutup Sementara
16 Januari 2021, 09:00:00

Dua Hari PPKM, 163 Perkantoran di Jakarta Ditutup Sementara Jakarta -- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta melakukan penutupan sementara terhadap 163 perkantoran selama dua hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Senin (11/1) lalu. Penutupan sementara itu .....

Menimbang Untung Rugi Investasi Saham
16 Januari 2021, 09:00:00

Menimbang Untung Rugi Investasi Saham Jakarta -- Investasi saham sedang menjadi primadona saat ini. Aksi pamer portofolio ala Raffi Ahmad, Ari Lasso, hingga Kaesang Pangarep membuat publik penasaran terhadap keuntungan yang bisa diraih dengan berinvestasi .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....