go green
Recent Issues

KLHK Segel 10 Lahan Konsesi Perusahaan Terkait Karhutla Riau

KLHK Segel 10 Lahan Konsesi Perusahaan Terkait Karhutla Riau

17 September 2019, 09:00:03

Jakarta -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan telah menyegel 10 lahan konsesi perusahaan yang diduga penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

"Secepatnya (kasus) didalami untuk tahap penetapan statusnya," kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (16/9).

Kesepuluh perusahaan itu di antaranya perusahaan industri kehutanan maupun perkebunan kelapa sawit. Satu di antaranya adalah perusahaan asing asal Malaysia.

Inisial perusahaan yang telah disegel yaitu PT RSS, PT SBP, PT SR, PT THIP, PT TKWL, PT RAPP, PT SRL, PT GSM, PT AP, dan PT TI.

Saat ini, kasus tersebut masih diselidiki. Spuluh perusahaan itu diduga melakukan pelanggaran pidana akibat kebakaran di dalam konsesi.

"Disegel karena ada dugaan pelanggaran pidana, terjadi kebakaran di lahan mereka," kata Rasio.

Beberapa hari lalu KLHK telah menyegel lahan perusahaan kelapa sawit milik Malaysia, PT Adei Plantation and Industry (AP). Penyegelan itu dalam rangka penyelidikan kasus dugaan pembakaran lahan gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Direktur Penindakan PPLH Gakkum KLHK Sugeng Riyanto kepada Antara pada pekan lalu menyatakan penyegelan tersebut berupa pemasangan pelang pengumuman dan pita kuning larangan melintas.

Lahan seluas 4,25 hektare yang diduga dibakar tersebut berlokasi di Kabupaten Pelalawan, sebelah selatan Kota Pekanbaru. Lokasi kebakaran berupa lahan gambut yang kini terlihat bersih seperti hamparan karpet hitam.

"Dugaan terbakarnya tanggal 7 September," katanya.

Dari data Gakkum KLHK, PT Adei Plantation memegang konsesi total luasnya 12.860 hektare. KLHK belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, KLHK telah menyegel 42 lahan perusahaan dan satu lahan milik individu yang diduga terlibat karhutla. Bahkan, sebanyak empat korporasi ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani, penyegelan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan pemantauan di sejumlah lokasi, khususnya Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

"Penyegelan ini adalah upaya yang kami lakukan dalam rangka untuk menghentikan kemungkinan pembakaran lahan di lokasi-lokasi yang kami segel," kata Rasio Ridho Sani saat mengadakan jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (14/9).

Sumber : cnnidonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR

15 Oktober 2019, 07:53:46

15 mahasiswa kelas internasional dari Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya mengikuti awal perkuliahan dengan edukasi lapangan berupa kunjungan industri dan budaya. Kali ini, pulau Madura sebagai tujuan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu baru yang belum tentu ada pada materi pembelajaran di kelasnya. Madura merupakan sakah satu bagian dari pulau besar di Jawa Timur yang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump
15 Oktober 2019, 09:00:33

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, berjanji akan bekerja sama dalam membantu penyelidikan dalam proses pemakzulan Presiden Donald Trump yang tengah dilakukan Kongres. Diduga hal ini berkaitan dengan sikap Trump yang sempat .....

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS
15 Oktober 2019, 09:00:00

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS

Botika merupakan perusahaan rintisan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan produk chatbot atau asisten chat pintar untuk menjawab pertanyaan. Botika ini diklaim dapat menggantikan peran Customer Service. Pendiri dan CEO Botika .....