go green
Recent Issues

Gaji Kecil Tapi Mau Beli Properti, Begini Caranya!

Gaji Kecil Tapi Mau Beli Properti, Begini Caranya!

16 April 2021, 09:00:00

Jakarta - Membeli rumah impian merupakan langkah besar bagi generasi milenial. Namun ada saja kendala bagi generasi milenial untuk mewujudkan kepemilikan properti impian, seperti jumlah penghasilan dan minimnya akses pada produk keuangan.

Pemimpin Divisi Manajemen Produk Konsumer BNI Teddy Wishadi mengatakan sebenarnya saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mendapatkan rumah ataupun properti impian. Apalagi pemerintah telah memberikan sejumlah kemudahan mulai dari DP 0% hingga insentif PPn. Insentif ini diharapkan efektif membangkitkan kembali minat masyarakat untuk membeli properti, termasuk generasi milenial.

"Padahal yang namanya beli properti ada leveragenya melalu KPR. Gaji boleh kecil, tapi KPR kan tenornya ada yang 30 tahun, apalagi milenial sekarang gajinya cukup baik. Kenapa milenial tidak tertarik beli perumahan, karena informasinya kurang. Kalau nabung dulu ya tidak mungkin, tapi kalau gaji kecil dan 50% dikalikan 300 bulan itu angkanya fantastis dan bisa beli properti," kata Teddy dalam Kelas Cuan CNBC Indonesia, akhir pekan lalu.

Apalagi saat ini suplainya cukup banyak, mulai dari rumah tapak hingga apartemen dengan harga terjangkau. Dia menyebutkan, syaratnya hanya memiliki penghasilan yang tetap. Dengan begitu potensi milenial membeli rumah impian pun terbuka lebar, apalagi rata-rata penghasilan milenilal Rp 6-8 juta.

"Tapi prioritas membeli properti masih rendah di milenial. Padahal sekarang saat yang tepat karena harga properti sedang bagus, biasanya setiap tahun naik 5-10%. Sekarang ada stimulus dan kemudahan yang diberikan untuk industri perumahan, karena pandemi dan permintaan terkorekasi harganya lagi stagnan, dan ada kelonggaran uang muka," ujarnya.

Jika milenial enggan membeli properti karena penghasilan kecil, menurutnya gaji Rp 5 juta sudah cukup untuk membeli rumah. Teddy mencontohkan, untuk nasabah dengan gaji Rp 5 juta per bulan dan low risk segmen memiliki plafon Rp 479 juta, jumlah tersebut dapat membeli apartemen TOD.

"Dengan catatan ngambilnya saat ini, kalau gaji Rp 5 juta angsuran per bulan 2,5 juta dengan sedikit penghematan kita bisa menghemat. Kemudian ada satu perbandingan, kalau menunda pembelian properti dengan objek yang sama maka KPR nya akan lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan," jelas Teddy,

Dia menegaskan milenial bisa mengambil langkah berani memilih properti karena suplainya yang berlimpah. Jika milenial takut hidup tidak berimbang setelah memiliki properti, Teddy menyebutkan BNI memiliki program asuransi suka-suka yang memungkinkan selama 2 tahun nasabah hanya membayar bunga.

"Dengan KPR 4,75% dan kita tidak perlu angsur pokok ini keringanan di masa pandemi. Kita hanya bayar bunga di masa 2 tahun. BNI punya tenor kredit 30 tahun, dengan angka kredit yang tinggi dan angsuran sesuai dengan penghasilan. Kami juga ada program DP 0% asal dia memenuhi kriteria low risk konsumen, yang terukur penghasilannya, dan secara jangka panjang penghasilannya sustain," katanya.

Dia menambahkan, pengajuan KPR di BNI bisa dilakukan secara online selama pandemi. Sehingga dimanapun dan kapanpun, nasabah bisa mengajukan di website BNI dan melalui BNI Mobile banking.

Sumber : cnbcindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Penandatanganan MoU antara Universitas Narotama dan STIE Widya Gama Lumajang Penandatanganan MoU antara Universitas Narotama dan STIE Widya Gama Lumajang

06 Mei 2021, 10:09:10

Universitas Narotama (UN) Surabaya dan STIE Widya Gama Lumajang melakukan kerja sama yang diawali dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding / MoU) oleh Rektor Universitas Narotama Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM dan Ketua STIE Widya Gama Lumajang, Dr. Ratna Wijayanti Daniar Paramita, SE, MM pada hari Senen 26 April 2021 . Penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tak Tiru Malaysia, Satgas Sebut RI Tetap Pakai AstraZeneca
03 Mei 2021, 09:00:00

Tak Tiru Malaysia, Satgas Sebut RI Tetap Pakai AstraZeneca Jakarta -- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia belum memiliki rencana menyetop penggunaan vaksin Astrazeneca untuk program vaksinasi nasional. Hal itu merespons kebijakan Pemerintah Malaysia yang memutuskan untuk .....

Kominfo Umumkan Hasil Pemenang Penyelenggara TV Digital
07 Mei 2021, 09:00:01

Kominfo Umumkan Hasil Pemenang Penyelenggara TV Digital Jakarta -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan pihaknya telah menetapkan pemenang seleksi penyelenggara multiplexing untuk siaran televisi digital di 22 provinsi seluruh Indonesia. Penetapan dibuat setelah .....

Hujan Kritik untuk Nadiem Terkait Terobosan Pendidikan
06 Mei 2021, 09:00:41

Hujan Kritik untuk Nadiem Terkait Terobosan Pendidikan Jakarta, -- Sejumlah pemerhati pendidikan mengkritik hingga membantah pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang mengaku telah melakukan sejumlah terobosan dalam bidang pendidikan setelah hampir dua .....