go green
Recent Issues

Waspada! Bitcoin Bakal "Dikeroyok" Bank Sentral Dunia

Waspada! Bitcoin Bakal

22 April 2021, 09:00:00

Jakarta - Kendati kepopuleran “mata uang” digital bitcoin dan kawan-kawannya makin tinggi serta harganya melesat terus, faktanya sejumlah bank sentral di berbagai negara siap menjegal cryptocurrency ini.

Sepanjang tahun ini saja, harga bitcoin sempat melesat lebih dari 100%, dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa US$ 64.899,97/BCT pada Rabu (14/4/2021) lalu. Nilai itu setara dengan Rp 941 juta/koin, asumsi kurs Rp 14.500/US$.

Jika dilihat sejak awal 2020 lalu, bitcoin sudah meroket lebih dari 700%. Tidak hanya bitcoin, mata uang kripto lainnya juga terbang lebih tinggi lagi.

Tetapi bitcoin yang paling menjadi sorotan, sebab menjadi pemicu kenaikan mata uang kripto lainnya, memiliki kapitalisasi pasar terbesar, serta penerimaannya yang semakin luas, mulai dari investor institusional, hingga perusahaan-perusahaan raksasa mulai berinvestasi di bitcoin.

Seiring dengan menanjaknya popularitas bitcoin diikuti dengan kenaikan harganya, bank sentral di berbagai negara mulai memberikan peringatan. Bahkan peringatan sebenarnya sudah diberikan bertahun-tahun yang lalu, tetapi bitcoin malah semakin populer.

Ketika peringatan tidak mempan, bank sentral mengambil langkah keras.

Di pekan ini Bank Sentral Turki sudah mengeluarkan larangan penggunaan seperti Bitcoin cs untuk membeli barang dan jasa. Kebijakan ini mulai berlaku pada 30 April 2021. Alasan pelarangan aset kripto karena Bank Sentral Turki menemukan risiko yang signifikan bagi pihak-pihak yang bertransaksi.

Saat aturan ini diterapkan lembaga keuangan tidak akan bisa memfasilitasi platform yang menawarkan jual-beli aset kripto, kustodi, transfer hingga penerbitan cryptocurrency.

Sementara itu, pejabat eksekutif di World Economic Forum (WEF) memperingatkan akan serangkaian regulasi yang "dramatis" untuk mata uang kripto.

"Kita akan melihat serangkaian upaya yang dramatis untuk meregulasi mata uang kripto" kata Sheila Warren, anggota komite eksekutif yang juga kepala data, blockchain dan aset digital WEF, sebagaimana dikutip Forbes, Kamis (15/4/2021).

"Karena semakin banyak aktivitas di mata uang kripto, maka semakin banyak permintaan bagi regulator untuk terlibat di dalamnya," tambahnya.

Sebelumnya ada bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang sekali lagi memberikan peringatan di pekan ini. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bitcoin cs merupakan "kendaraan spekulasi".

"Mata uang kripto merupakan kendaraan untuk spekulasi. Itu tidak secara aktif digunakan sebagai alat pembayaran," kata Powell dalam acara The Economic Club of New York, sebagaimana dilansir CNBC International.

Powell juga membandingkan bitcoin dengan emas yang dikatakan memiliki nilai, sementara mata uang kripto tidak.

"Selama ribuan tahun, manusia memberikan nilai khusus kepada emas yang tidak dimiliki mata uang kripto" tambahnya.

Bank Indonesia (BI) juga memberikan peringatan kepada masyarakat dalam menggunakan cryptocurrency. Mata uang digital ini tidak bisa dijadikan alat pembayaran resmi karena hanya rupiah yang diakui sebagai satu-satunya alat pembayaran resmi di Indonesia. Bagi investor BI juga meminta untuk berhati-hati.

"Sebagai otoritas sistem pembayaran, kita masih melarang penggunaan cryptocurrency sebagai pembayaran. Tapi untuk investasi, bukan dengan kita (pengawasannya). Kita sudah mewanti-wanti risikonya, karena tidak ada underlying asset (aset dasar)," Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

Pasar kripto mengalami crash dalam beberapa hari terakhir, setelah beberapa diantaranya mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Kembali munculnya volatilitas ekstrim di pasar kripto membuat analis memberikan peringatan akan kemungkinan terjadinya longsor.

Meski demikian, di Indonesia sendiri juga tengah digodok bursa khusus perdagangan kripto yang digagas oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) Kementerian Perdagangan.

Bitcoin dan etherum, dua mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar pada pekan lalu mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Melansir data Refintiv, bitcoin mencapai rekor tertinggi US$ 64.899,97/BCT pada Rabu (14/4/2021) atau seharga Rp 941 juta/koin.

Tetapi setelahnya terus menurun dan hari Minggu kemarin sempat menyentuh level US$ 51.431,1/BTC atau setara Rp 746 juta/koin.

Artinya, sejak menyentuh rekor tertinggi hingga ke level terendah tersebut, harga bitcoin anjlok 20,75%, sebelum mengakhiri perdagangan di US$ 55.555/BTC

Kemudian ethereum menyentuh rekor tertinggi US$ 2.551,85/ETH pada hari Jumat lalu, tetapi pada Minggu juga merosot ke US$ 1.954,75/ETH.

Secara persentase ambrol 23%. Ripple, lebih parah lagi, dari level tertinggi US$ 1,973/XRP yang dicapai Rabu lalu, kemudian merosot ke US$ 1,145/XRP atau nyaris 42% pada Minggu.

Sama dengan bitcoin, posisinya kedua mata uang kripto tersebut membaik di penutupan perdagangan.

Hanya dogecoin yang mampu terus melaju kencang dan terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sepanjang pekan lalu, dogecoin meroket lebih dari 240%, dan pada Senin kemarin (19/4/2021), melesat lagi lebih dari 20%.

Namun, kenaikan tajam dogecoin tersebut justru dianggap sebagai sinyal akan kemungkinan terjadi "longsor" di pasar kripto oleh Mike Novogratz, CEO Galaxy Digital.

"Sudah pasti kita melihat volatilitas tinggi di pasar kripto dalam sepekan, sebab ada euforia dari Coinbase yang go public," kata Novogrtz saat diwawancara MarketWatch, Minggu (19/4/2021).

"Saya melihat banyak koin yang aneh, seperti dogecoin bahkan ripple yang diborong oleh investor ritel, yang berarti banyak kegilaan saat ini. Hal itu tidak akan berakhir dengan baik, jadi pada satu titik kita kemungkinan akan melihat “longsor”," tambahnya.

Novogratz merupakan analis yang memprediksi bitcoin akan terus dalam tren naik (bullish), tetapi saat ini ia malah memberikan peringatannya akan kemungkinan terjadi "longsor".

Dogecoin saat ini menjadi mata uang kripto dengan kapitalisasi US$ 43,8 miliar, terbesar ke-enam. Padahal dogecoin sebenarnya dibuat sebagai lelucon pada tahun 2013 lalu.

Sumber : cnbcindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
BEM FKIP Universitas Narotama Berbagi Alat Permainan Edukatif untuk Tiga Panti Asuhan BEM FKIP Universitas Narotama Berbagi Alat Permainan Edukatif untuk Tiga Panti Asuhan

11 Mei 2021, 09:29:51

Pada bulan Ramadhan 1442 Hijriyah ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama (UN) Surabaya mengadakan kegiatan yang bernama “Donate & Share”, yakni mengumpulkan donasi berupa uang. Setelah uang terkumpul, kemudian uang tersebut digunakan untuk membeli APE (alat permainan edukatif) yang akan dibagikan ke beberapa tempat. Progam tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membantu anak-anak agar dapat ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News