go green
Recent Issues

Khamenei Tak Bisa Tidur karena Pembantaian Rohingya

Khamenei Tak Bisa Tidur karena Pembantaian Rohingya

31 Juli 2012, 08:40:43

Aulia Akbar
Senin, 30 Juli 2012 21:12 wib

Foto : Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei (realclearworld)
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei mengaku, dirinya sulit tidur pada pekan lalu, karena memikirkan pembantaian warga Muslim Rohingya, di Myanmar. Sejumlah pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Ali Larijani, ikut mengecam peristiwa itu.

"Perwakilan kami ada di sana. Mereka kembali dan memberikan informasi kepada kami yang sudah kehilangan waktu tidur. Bagaimana bisa, dunia ini menjadi lalai terhadap isu HAM," ujar Khamenei, seperti dikutip RFE, Senin (30/7/2012).

"Ini merupakan bukti yang jelas, Barat mengeluarkan klaim palsu tentang HAM dengan cara berdiam diri dalam insiden pembantaian ribuan warga Muslim di Myanmar," tambahnya.

Para pejabat dan media Iran, mendeskripsikan pembantaian itu sebagai sebuah aksi genosida. Bersamaan dengan itu, Kementerian Luar Negeri Iran melaporkan, sekira 160 orang tewas dalam pembantaian tersebut.

Iran juga mengatakan, negaranya siap untuk melakukan yang terbaik, guna melindungi nyawa para warga Muslim di Myanmar. Para warga Iran pun sudah menggelar aksi unjuk rasa untuk mengecam peristiwa pembantaian di wilayah Arakan, Myanmar. Salah satu aksi itu digelar pada 27 Juli lalu.

Selama ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeskripsikan warga Rohingya sebagai kelompok minoritas yang paling tertindas. Selain tidak memiliki kewarganegaraan Myanmar, warga Muslim Rohingya juga sering dideportasi bila mereka lari ke Bangladesh.(AUL)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur

24 Februari 2020, 01:50:17

Program studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama Surabaya, Jumat (21/2/2020) gelar Balsa Bridge Competition yang diikuti 40 tim sekolah SMA dan SMK se Jawa Timur. Kompetisi Balsa Bridge ini merupakan satu diantara kegiatan dari serangkaian acara yang digelar tahunan Civil Nation 2020. Liliana Hannes, sie acara Balsa Bridge Competition Universitas Narotama Surabaya menyampaikan bahwa kompetisi Balsa Bridge memang sengaja dipilih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor
23 Februari 2020, 09:00:29

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor Jakarta, Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyatakan Badan Pusat Statistik (BPS) wajib menjaga keamanan data Sensus Penduduk 2020, mengingat ada potensi terjadi kebocoran data seperti di Ekuador, .....