go green
Recent Issues

Dubes Saudi: Inggris Harus Hormati Kami atau Putus Hubungan

Dubes Saudi: Inggris Harus Hormati Kami atau Putus Hubungan

27 Oktober 2015, 08:22:17

LONDON – Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed Bin Nawaf Bin Abdulaziz mengancam akan mengakhiri hubungan diplomatik dengan Inggris. Pria berusia 62 tahun itu meminta Inggris menghormati hukum yang berlaku di negaranya.
Ancaman tersebut dikeluarkan terhadap kritik yang dilancarkan oleh Inggris atas catatan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Arab Saudi.
Arab Saudi memang menjadi sasaran negara-negara Barat dan aktivis HAM terkait pembatasan kebebasan berekspresi terutama yang menyangkut politik dan agama serta kesetaraan gender. Inggris sendiri membatalkan kontrak penjara dengan Arab Saudi pekan lalu. Tindakan Inggris tersebut diduga sebagai reaksi atas seorang warganya yang bernama Karl Andree dihukum cambuk 350 kali oleh pengadilan Arab Saudi.
“Beberapa Minggu terakhir ada perubahan pandangan terhadap Arab Saudi oleh Inggris. Ini sangat mengkhawatirkan karena bisa saja merusak bahkan memutuskan hubungan kemitraan kedua negara yang sudah berlangsung lama,” tulis Mohammed Bin Nawaf Bin Abdulaziz dalam sebuah artikel yang dikutip oleh Reuters, Senin (26/10/2015).
Mohammed mengingatkan bahwa Inggris adalah salah satu sekutu dekat negaranya dalam operasi militer di Timur Tengah. Arab juga menganggap informasi dari intelijen Inggris mengenai aktivitas teroris sangat berguna bagi mereka.
Pria asal Riyadh itu menganggap komentar Jeremy Corbyn melanggar kehormatan. Pemimpin Partai Buruh Inggris tersebut mengkritik kebijakan Arab Saudi menghukum pancung seorang aktivis pada 2012. Corbyn memohon agar Perdana Menteri (PM) David Cameron memaksa Arab Saudi membatalkan hukuman tersebut.
Aktivis bernama Ali al Nimr tersebut terlibat dalam aksi protes terhadap pemerintahan Arab Saudi. Dia ditangkap dan dihukum saat masih berusia 17 tahun. Saat ini dia sedang menunggu pengesahan dari Raja Salman terhadap eksekusi matinya.
Pangeran Mohammed mengingatkan Inggris bahwa hukuman yang menimpa al Nimr dan Karl Andree berada di bawah hukum Kerajaan Arab Saudi. Dia sekali lagi mengingatkan siapapun harus menghormati hukum yang berlaku di negaranya.
“Apabila hubungan dagang antara kedua negara dipengaruhi isu-isu politik, ada kemungkinan hubungan yang telah berlangsung lama ini akan terancam. Kami masih ingin melanjutkan hubungan dagang ini. Namun, kami tidak ingin diajari oleh siapapun tentang hak asasi manusia,” tegas Mohammed.


print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Kemenristekdikti Tetapkan Universitas Narotama Peringkat 83 PTN dan PTS se-Indonesia Kemenristekdikti Tetapkan Universitas Narotama Peringkat 83 PTN dan PTS se-Indonesia

20 Agustus 2019, 00:37:16

Universitas Narotama (UNNAR) memperoleh kado istimewa pada malam menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia dalam Siaran Pers Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019 tanggal 16 Agustus 2019, mengumumkan bahwa UNNAR menempati peringkat 83 (100 besar) dari 4.000 lebih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Peringkat 83 (PTN-PTS) ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kawasan Hutan di Lereng Gunung Merapi Terbakar
20 Agustus 2019, 09:00:00

Kawasan Hutan di Lereng Gunung Merapi Terbakar Jakarta -- Kawasan hutan lereng Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (18/8) malam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan berdasarkan informasi .....