go green
Recent Issues

Promosikan Toleransi, Rusia Rangkul Gereja Ortodoks

Promosikan Toleransi, Rusia Rangkul Gereja Ortodoks

12 Desember 2013, 08:07:47

JAKARTA – Proses demokratisasi pasca bubarnya Uni Soviet membuat Pemerintah Rusia mempromosikan toleransi antar umat beragama. Pemerintah Rusia merangkul gereja Kristen Ortodoks yang menjadi agama terbesar di Rusia untuk menyebarkan pesan toleransi kepada umatnya.

“Sistem pendidikan kami mengajarkan para pemuda untuk menghormati semua agama,” ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dalam acara HUT Konstitusi Federasi Rusia ke-20 di Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Rabu (11/12/2013).

“Pemerintah Rusia juga mendekati dan bekerja sama dengan gereja Ortodoks untuk mendidik warga bertoleransi dan menghormati agama lain,” lanjutnya.

Galuzin menjelaskan, walaupun pemerintah dan gereja memiliki hubungan baik, terdapat pemisahan kekuasaan yang jelas antara agama dan negara. Pemerintah Rusia tidak mencampuri urusan gereja dan begitu juga sebaliknya.

“Kami menganut prinsip pemisahaan antara agama dengan kekuatan politik,” tukasnya.

(ade)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research` Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research`

21 Agustus 2019, 07:45:57

Fakultas Teknik (FT) Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Workshop `International Higher Education and Research` : Simposium Cendikia Kelas Dunia dengan menghadirkan narasumber yaitu Dr. Bambang Trigunarsyah Suhariadi, BSc, MT, Ph.D (RMIT University, Australia) dan Dr. Dani Harmanto, C.Eng, MTED, (University of Derby, UK), Rabu (21/8/2019) di Ruang Rapat Gedung D. Workshop ini dibuka oleh Dekan FT Dr. Ir. Koespiadi, MT dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat
22 Agustus 2019, 09:00:01

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dilaporkan memecat semua penasihatnya lantaran tak sanggup menggaji pegawai. Kantor Kepresidenan Palestina tidak menjelaskan jumlah penasihat presiden yang diputus kontrak kerjanya. Kantor tersebut hanya merujuk pada .....