go green
Recent Issues

Menkes Vaksin Covid-19 ke 1,3 Juta Nakes dalam Waktu 3 Bulan

Menkes Vaksin Covid-19 ke 1,3 Juta Nakes dalam Waktu 3 Bulan

02 Januari 2021, 09:00:05

Jakarta -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjabarkan vaksin covid-19 akan diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan dan disusul kelompok lain berdasarkan skala prioritas yang ditetapkan pemerintah.

Finalisasi tahapan vaksinasi ini diputuskan berdasarkan konsultasi pihak pemerintah dengan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Tahap pertama vaksinasi ke tenaga kesehatan di Indonesia, ada 1,3 juta orang di 34 provinsi," kata Budi melalui siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12).

Rencananya vaksinasi terhadap 1,3 juta tenaga kesehatan ini akan dilakukan dalam rentang waktu 1-3 bulan.

Budi mengatakan tenaga kesehatan menjadi prioritas pertama sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Jokowi, kata Budi, telah mewanti-wanti dirinya untuk melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dengan sangat hati-hati. Adapun nantinya dalam vaksinasi, masing-masing orang memerlukan dua dosis vaksin.

"Pak Presiden menyampaikan ke saya pribadi bahwa beliau sangat sayang kepada tenaga kesehatan, jadi harus dilakukan bertahap dan hati-hati," jelasnya.

Adapun dari data memperlihatkan bahwa sebaran tenaga kesehatan terbanyak ada di Jawa Tengah dengan 177.784 orang, disusul Jawa Barat 161.143 orang, kemudian Jawa Timur 131.997 orang.

Sementara yang menduduki peringkat ketiga terbawah sebaran tenaga kesehatan adalah Gorontalo dengan 7.134 orang, Sulawesi Barat 5.705 orang, dan Kalimantan Utara 4.949 orang.

Tahap selanjutnya, vaksin dilakukan terhadap 17,4 juta petugas pelayanan publik, dan disusul 21,5 juta masyarakat berusia di atas 60 tahun atau lansia. Setelah kelompok-kelompok tersebut rampung divaksin, lanjutnya, baru giliran masyarakat umum.

Budi mengatakan, setiap negara memiliki tahapan vaksinasi yang berbeda. Namun semua negara konsisten memberikan vaksin kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu sebagai garda terdepan penanganan pandemi.

"Di beberapa negara tahapan kedua berbeda-beda, ada yang umur. Di kita public workers dulu, karena memang kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang digunakan bisa berlaku untuk usia 60 tahun ke atas," ujarnya.

Ia menjelaskan vaksin Sinovac yang telah sampai di Indonesia hanya bisa digunakan untuk orang berusia 18-59 tahun.

Vaksinasi terhadap lansia di atas 60 tahun, kata dia, akan dilakukan bila BPOM menghendaki berdasarkan hasil uji klinis. Setelah itu baru dilakukan vaksinasi terhadap masyarakat secara umum.

Sumber cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rektor Universitas Narotama Hadiri Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Rektor Universitas Narotama Hadiri Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya

02 Maret 2021, 08:44:33

Rektor Universitas Narotama (UN) Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM undangan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya dengan acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 (video conference) yang diselenggarakan pada hari Senin, 1 Maret 2021 pukul 09.00 WIB. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News