go green
Recent Issues

Dua Sopir Truk Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Dua Sopir Truk Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipularang

05 September 2019, 09:00:06

Jakarta -- Polres Purwakarta, Jawa Barat menetapkan dua orang pengemudi truk sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan di Tol Cipularang yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Dua sopir truk yang jadi tersangka adalah DH dan S.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan saat ini DH telah meninggal dunia akibat kecelakaan. Karenanya, tinggal tersangka S yang akan menjalani penyidikan di Polres Purwakarta.

S sendiri dihadirkan saat konferensi pers dengan kondisi muka masih diperban. Ia turut terluka dalam kejadian tersebut.

"Hari ini telah menetapkan 2 orang tersangka. Tersangka pertama, atas nama saudara DH. pengemudi dump truck namun yang bersangkutan meninggal dunia," tutur Trunoyudo saat konferensi pers di Mapolres Purwakarta seperti disiarkan CNN Indonesia TV, Jawa Barat, Rabu (4/9).

"Kedua, tersangka atas nama inisial S, yaitu pengemudi kendaraan B 9410 UIU yang menabrak dari belakang. Saat ini dalam proses penyidikan. Akan diproses penegakan hukum terhadap S," lanjutnya.

Trunoyudo lalu menegaskan bahwa kepolisian dan sejumlah instansi terkait serius untuk mengusut kasus kecelakaan yang terjadi di Tol Cipularang. Berbagai langkah dan upaya akan terus dilakukan.

"Harus jadi pembelajaran bagi kita semuanya," ucap Trunoyudo.

Tabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91 yang melibatkan 21 kendaraan terjadi pada Senin kemarin (2/9).

Sejauh ini, telah ada 8 orang meninggal dunia, 3 luka bakar dan 25 luka ringan. Dari delapan korban jiwa, empat diantaranya belum bisa diidentifikasi.

"Empat orang berhasil diidentifikasi, sedangkan untuk empat orang lagi sekarang tim DVI Mabes Polri dan Polda Jabar sedang melakukan identifikasi," kata Trunoyudo.

Ada pun korban meninggal yang berhasil diidentifikasi antara lain Ngendi Budiyanto (62) warga Jakarta, Iwan (34) warga Tangerang, Dedi Hidayat (45) warga Jakarta dan Hendra Cahyana (64) warga Jakarta.

"Empat lagi belum (teridentifikasi) karena lukanya memang luka bakar. Sehingga butuh beberapa hal seperti pembanding atau tes DNA dari keluarga," ujar Trunoyudo.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Dinas PUPR Pacitan Mengadakan Kerjasama Pelatihan Universitas Narotama dan Dinas PUPR Pacitan Mengadakan Kerjasama Pelatihan

17 Februari 2020, 03:23:11

Universitas Narotama (UN) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten Pacitan mengadakan kerjasama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara. Kerjasama tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding / MoU). MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor Universitas Narotama Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM dan Kepala Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dilema Guru di Kalijaya, Antara Kelas dan Sawah
17 Februari 2020, 09:00:00

Dilema Guru di Kalijaya, Antara Kelas dan Sawah Jakarta -- Tatapannya lemah. Wajahnya tampak lelah. Raut mukanya tak berseri saat ditemui CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu. Dia adalah Wardi, seorang Kepala Sekolah SDN 1 Kalijaya, Ciamis, Jawa Barat. Sudah setahun .....