go green
Recent Issues

Polisi Bekuk Pengedar Ganja Kalangan Pelajar dan Anak Muda

Polisi Bekuk Pengedar Ganja Kalangan Pelajar dan Anak Muda

30 Agustus 2019, 09:00:01

Jakarta -- Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pengedar ganja berinisial AF yang kerap menyasar kalangan pelajar dan anak muda.

Kapolres Metro Jaksel Kombes Bastoni Purnama mengatakan AF ditangkap di daerah Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/8) lalu.

"Saat penangkapan tersebut di tubuh tersangka ditemukan tiga bungkus ganja," kata Bastoni saat dikonfirmasi, Selasa (27/8).

Kepada polisi, tersangka AF mengaku menyembunyikan sejumlah kantong ganja siap edar di kontrakannya yang beralamat di daerah Kebagusan.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka AF dan menemukan 11 bungkus ganja.

"Total semua barang bukti yang ditemukan ada satu kilogram dan semua ganja," ucap Bastoni.

Bastoni menyampaikan tersangka AF mengaku diperintahkan mengedarkan ganja oleh dua orang berinisial D dan A. Keduanya saat ini masih diburu oleh kepolisian dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Bastoni mengatakan barang haram yang diedarkan oleh tersangka AD biasanya menyasar ke kalangan pelajar dan pemuda.

"Peredarannya di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya, juga Depok, kemudian sasarannya pelajar dan pemuda lainnya," ujarnya.

Tersangka telah mengedarkan ganja sejak 2015 lalu. Harga ganja yang ditawarkan pun bervariasi, mulai Rp100.000 hingga Rp500.000 untuk tiap bungkusnya.

Dari hasil penjualan ganja itu, kata Bastoni, tersangka mendapatkan imbalan dari bandar yang saat ini masih diburu polisi. Imbalan itu, lanjutnya, digunakan oleh yang bersangkutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Alasan pertama karena dia sebagai pengguna. Jadi pengguna, dengan harapan dia menjual dapat keuntungan bisa menggunakan. Selain itu dia bisa memenuhi kebutuhan ekonominya," tutur Bastoni.

Atas perbuatannya, tersangka AF dikenakan Pasal 114 ayat 1 sub Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur

24 Februari 2020, 01:50:17

Program studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama Surabaya, Jumat (21/2/2020) gelar Balsa Bridge Competition yang diikuti 40 tim sekolah SMA dan SMK se Jawa Timur. Kompetisi Balsa Bridge ini merupakan satu diantara kegiatan dari serangkaian acara yang digelar tahunan Civil Nation 2020. Liliana Hannes, sie acara Balsa Bridge Competition Universitas Narotama Surabaya menyampaikan bahwa kompetisi Balsa Bridge memang sengaja dipilih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor
23 Februari 2020, 09:00:29

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor Jakarta, Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyatakan Badan Pusat Statistik (BPS) wajib menjaga keamanan data Sensus Penduduk 2020, mengingat ada potensi terjadi kebocoran data seperti di Ekuador, .....