go green
Universitas Narotama Peduli

LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19


Ka.LPPM

Dr. Ir. Sri Wiwoho Mudjanarko ST., MT., IPM.
Direktur Kemahasiswaan

Andi Pontjo Wiyono, SH.,MH

Recent Issues

Tips Atur Uang Sekolah Buat Anak

Tips Atur Uang Sekolah Buat Anak

12 Februari 2020, 09:00:13

Jakarta -- Pepatah kejarlah ilmu sampai ke ujung dunia, memang tidak salah. Ingat, semakin tinggi pendidikan seorang anak, semakin meningkat pula kualitas hidupnya. Namun, kita tahu, biaya pendidikan atau uang sekolah anak tidaklah murah.

Indonesia sendiri sempat masuk dalam 15 besar negara dengan biaya pendidikan paling mahal. Berdasarkan survei HSBC 2018 lalu, Indonesia ada di posisi ke-13 dengan rata-rata biaya pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga sarjana US$18.422 atau sekitar Rp251,1 juta (kurs Rp13.634 per dolar AS).

Tentu, tantangan bagi orangtua yang ingin menyekolahkan anak hingga tingkat sarjana. Apalagi, untuk bersekolah di tempat-tempat pilihan.

Meski demikian, kebanyakan orang tua berusaha mati-matian untuk menyekolahkan anak mereka. Minimal hingga ke Perguruan Tinggi (PT) atau sederajat.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho bilang, salah satu kunci untuk menghadapi persoalan biaya pendidikan sang buah hati adalah dengan menyiapkannya sedini mungkin.

Misalnya, dengan menabung dari jauh-jauh hari. Bahkan, sebelum buah hati dilahirkan. "Untuk menekan rasa berat biaya pendidikan anak, orangtua bisa menggunakan tabungan pendidikan," ujarnya, Jumat (7/2).

Tabungan pendidikan, lanjut Andy, dapat diatur sedini mungkin dengan memperhitungkan biaya hingga tingkat pendidikan tertentu.

Bila proyeksi tabungan pendidikan tersebut tak memenuhi target dana yang diharapkan, setidaknya pasangan dapat terlepas dari beban yang lebih berat di masa mendatang.

"Seandainya mereka merasa biaya pendidikannya ternyata tinggi, paling tidak kan sedikit banyak sudah terkurangi biayanya dengan tabungan pendidikan yang selama ini mereka sudah sisihkan dari jauh-jauh hari," jelasnya.

Beda cerita jika orangtua telat menyiapkan biaya pendidikan anak. Solusi termudah, yaitu mengambil kredit multiguna di bank atau menjual aset-aset yang likuid.

"Contohnya, motor dijual untuk sekolah anak. Daripada anak mereka sekolahnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mereka dapat menjual asetnya. Bisa juga jual logam mulia, perhiasan," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Agustina Fitria. Ia mengatakan perencanaan keuangan lebih awal akan memberi dampak signifikan terhadap persiapan dalam membayar biaya pendidikan anak.

Untuk mengurangi beban secara efisien, ia mengimbau para pasangan untuk mulai menabung biaya kuliah yang notabene memiliki jumlah paling mahal terlebih dahulu dibandingkan tingkat pendidikan lainnya.

"Bisa prioritaskan kuliah, karena memang biayanya paling besar di antara yang lain, dan jangka waktunya panjang. Sehingga, karena inflasi pendidikan setiap tahun nilainya akan berlipat-lipat," kata Agustina.

Menurut dia, biaya pendidikan tingkat sekolah dasar hingga menengah atas yang relatif lebih murah dapat ditempuh seiring menggunakan gaji atau pendapatan saat anak baru lahir.

Selain biaya perkuliahan, ia pun menilai pendidikan anak usia dini atau TK juga harus lebih diprioritaskan. Sebab, mayoritas pendidikan usia dini merupakan swasta yang juga memerlukan tak sedikit biaya, walaupun memiliki jangka waktu yang relatif lebih pendek.

"Kalau SD, SMP, SMA juga mungkin masih bisa berjuang untuk dapat sekolah negeri (yang relatif murah). Tetapi kalau kuliah, meskipun negeri, tetap besar biayanya. Jadi tetap harus disiapkan kedua itu, TK sama Universitas," terang Agustina.

Bagi para orangtua yang kesulitan membiayai lebih dari satu anak, ia merekomendasikan upaya penghematan sebagai salah satu solusi dalam membantu beban keuangan.

Salah satunya, memprioritaskan kebutuhan primer, dan lebih mengalokasikan kebutuhan sekunder pada pembiayaan anak.

"Dicari kira-kira dari penghasilan sekarang, cari yang diprioritaskan untuk sekolah anak. Misal sebelumnya orangtua banyak keperluan yang tidak penting-penting sekali, seperti ngopi, paket internet berlebihan, pokoknya yang tidak terlalu mendesak dapat dikurangi dan dialokasikan untuk sekolah anaknya," pungkasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Galang Bantuan APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19 Universitas Narotama Galang Bantuan  APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19

27 Maret 2020, 12:43:35

Masih kurangnya perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis yang berada pada garda terdepan melawan virus COVID-19, sivitas akademika Universitas Narotama bergerak dengan memberikan bantuan paket uang dan APD yang akan didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia. Donasi bantuan uang dapat ditranfer melalui Bank BNI No. Rek. 5420021981 a.n. LPPM Universitas Narotama. Bantuan APD ( kaca mata pelindung, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona
31 Maret 2020, 09:00:17

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona JakartaSejumlah perusahaan otomotif di Indonesia mulai memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19). Salah satu perusahaan, Astra Daihatsu Motor (ADM), .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....