go green
Recent Issues

Nadiem Bebaskan Kampus Berakreditasi A dan B Ciptakan Prodi

Nadiem Bebaskan Kampus Berakreditasi A dan B Ciptakan Prodi

27 Januari 2020, 09:00:00

Jakarta -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan kampus dengan akreditasi A dan B bebas untuk mendirikan program studi (prodi).

Hal itu merupakan salah satu dari empat kebijakan Nadiem yang bertajuk Kampus Merdeka yang baru diluncurkan di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1).

Ia menyebut kebijakan otonomi kampus ini berlaku bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS). Syarat lainnya, adalah sudah bekerja sama dengan organisasi dan atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities.

"Perguruan tinggi dengan akreditasi A dan B langsung diberi izin membuka prodi baru asal dia punya kerja sama dengan organisasi kelas dunia," ungkap Nadiem.

Ia menilai ini akan lebih memudahkan universitas-universitas dalam membuka program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Soal kerja sama dengan universitas kelas dunia, Nadiem menyebut kemitraan itu harus dalam hal penyusunan kurikulum, program magang, dan juga penempatan kerja bagi para mahasiswa.

"Tracer study wajib dilakukan setiap tahun. Perguruan tinggi wajib memastikan hal ini diterapkan," ujar dia.

Terkait akreditasi kampus, Nadiem menyebut akan ada sistem reakreditasi yang dilakukan secara otomatis dan sukarela. Hal ini dilakukan untuk mengurangi antrian akreditasi. Pengajuan penilaian bagi kampus akreditasi A paling cepat dilakukan dua tahun setelah akreditasi terakhir.

"Untuk perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan peningkatan akreditasi kapanpun," tutur dia.

"Nanti, Akreditasi A pun akan diberikan kepada perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi internasional. Daftar akreditasi internasional yang diakui akan ditetapkan dengan Keputusan Menteri," tambahnya.

Kendati demikian, mantan bos Go-Jek itu menyebutkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan melakukan akreditasi bila menemukan penurunan kualitas dari institusi pendidikan tersebut.

Pemantauan itu dapat didasarkan pada laporan masyarakat dengan bukti konkret, atau penurunan kualitas seperti meningkatnya jumlah lulusan yang menganggur dari universitas itu.

Sebelumnya, pendirian prodi harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh kementerian yang menaungi pendidikan tinggi.

Misalnya, memenuhi syarat minial akreditasi, memenuhi standar jumlah dosen dan tingkat pendidikannya, kurikulum berstandar nasional.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Siswa SMKN 1 Dlangu Mojokerto Kunjungan Industri Ke Universitas Narotama Siswa SMKN 1 Dlangu Mojokerto Kunjungan Industri Ke Universitas Narotama

26 Februari 2020, 07:53:00

Rombongan siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dlangu Mojokerto mengadakan Kunjungan Industri ke kampus Universitas Narotama pada Rabu, 26 Februari 2020. Kedatangan rombongan 68 siswa dan 10 guru pembimbing SMKN 1 Dlangu ini disambut langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Aryo Nugroho, ST, S.Kom, MT bertempat di Conference Hall Universitas Narotama. Kunjungan tersebut dimanfaatkan oleh para ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Sepuluh Warga Korsel Meninggal Akibat Terinfeksi Virus Corona
26 Februari 2020, 09:00:03

Sepuluh Warga Korsel Meninggal Akibat Terinfeksi Virus Corona Jakarta -- Pemerintah Korea Selatan melaporkan tiga kematian terbaru karena infeksi virus corona. Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Korea Selatan (KCDC) mengonfimasi hingga saat ini korban meninggal mencapai sepuluh orang. Satu .....

Ponsel Gaming Menjamur, Antara Gimmick atau Realita
26 Februari 2020, 09:00:11

Ponsel Gaming Menjamur, Antara Gimmick atau Realita Jakarta, Menjamurnya tren mobile gaming membuat vendor ponsel berlomba-lomba menghadirkan ponsel gaming. Entah ponsel-ponsel itu menggunakan chipset khusus gaming atau sekadar mode gaming. Timbul pertanyaan apakah fitur dan spesifikasi khusus gaming .....