go green
Recent Issues

KPK Eksekusi Tiga Pejabat Sinar Mas ke Lapas Tangerang

KPK Eksekusi Tiga Pejabat Sinar Mas ke Lapas Tangerang

30 Maret 2019, 09:00:00

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi tiga pejabat PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Kamis (28/3). KPK memastikan perkara hukum mereka telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah.

"Eksekusi dilakukan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah lewat pesan singkat, Kamis (28/3).

Ketiga pejabat yang dieksekusi di antaranya Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk Edy Saputra Suradja, Direktur Operasional Sinar Mas Wilayah Kalimantan Tengah IV Willy Agung Adipradhana, dan Department Head Document and License Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalimantan Tengah-Utara, Teguh Dudy Syamsuri Zaldy.

Edy Saputra, Willy Agung, dan Teguh merupakan terpidana suap kepads anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah. Mereka bertiga divonis masing-masing satu tahun 8 bulan penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsidair dua bulan kurungan.

"Putusan terhadap tiga orang itu telah berkekuatan hukum tetap," ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan mereka bertiga terbukti bersalah menyuap anggota DPRD Kalteng sejumlah Rp240 juta.

Suap tersebut diberikan kepada empat anggota DPRD Kalteng yakni, ‎Ketua Komisi B DPRD Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Punding Ladewiq H Bangkan dan dua anggota Komisi B, Edy Rosada dan Arisavanah.

Eksekusi terpidana sebelumnya juga telah dilakukan KPK terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih ke Lapas Klas II B Anak Wanita, Tangerang. Eni adalah terpidana suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Eni divonis enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Politikus Partai Golkar itu juga dicabut hak politiknya selama tiga tahun.

Eni didakwa menerima suap Rp4,75 miliar bersama Idrus Marham dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Uang itu diterima Eni untuk membantu Kotjo mendapat proyek PLTU Riau-1. Eni juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp5,6 miliar dan Sin$40 ribu.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Temu Kangen dan Persiapan Mukerda ADRI Jatim di Universitas Narotama Temu Kangen dan Persiapan Mukerda ADRI Jatim di Universitas Narotama

19 Januari 2021, 16:21:13

Universitas Narotama (UN) sebagai penyelenggara acara Temu Kangen dan Persiapan Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (P-ADRI) Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 10.30 WIB di Ruang Rapat Gedung D ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sebagian anggota hadir secara daring dengan media zoom meeting. Acara tersebut diawali sambutan oleh Rektor Universitas ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....