go green
Recent Issues

Polisi Ciduk 33 Orang Demo Jokowi: Diamankan, bukan Ditangkap

Polisi Ciduk 33 Orang Demo Jokowi: Diamankan, bukan Ditangkap

24 Oktober 2020, 09:00:00

Jakarta -- Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan pihaknya mengamankan sekitar 33 orang dari aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Ciptaker yang digelar di momentum setahun Joko Widodo-Maruf Amin di Jakarta pada hari ini, Selasa (20/10).

"Sampai saat ini ada sekitar 33 orang yang kami amankan. Ini kami amankan, bukan kami tangkap," kata Nana kepada wartawan di sekitar lokasi demonstrasi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Selasa (20/10).

Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci saat ditanya soal barang bukti yang ikut diamankan dari 33 orang yang diamankan oleh polisi tersebut. Menurutnya, pihaknya sedang melakukan proses pengusutan saat ini.

Dia pun menyampaikan bahwa pihaknya sedang memediasi agar pedemo bisa bertemu dengan perwakilan dari Kantor Staf Presiden (KSP) saat ini.

Nana berharap aksi demonstrasi yang digelar bisa berjalan dengan damai.

"Akan kami sampaikan, selaku aparat tentu kami akan menyampaikan dan tentunya kita pun berharap bahwa aksi ini dapat berjalan dengan damai yang penting. Kam aturannya sudah ada di UU Nomor 9 Tahun 1998 dalam hal penyampaian pendapat di muka umum, bagaimana supaya pesan itu sampai," ucap Nana.

"Kalau untuk mediasi akan kami sampaikan ke pihak KSP," imbuhnya.

Dejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari unsur buruh, mahasiswa dan sebagainya itu kembali turun ke jalan menuntut sesuatu yang sama, yakni meminta Jokowi mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk membatalkan Omnibus Law UU Ciptaker yang sudah disahkan DPR pada 5 Oktober 2020 lalu.

Patung Kuda Arjuna Wiwaha lagi-lagi dipilih aparat kepolisian bagi pedemo yang hendak menyampaikan aspirasi. Hal ini sempat mendapat protes massa aksi karena jaraknya dengan Istana Negara cukup jauh, yakni sekitar kurang lebih 900 meter.

Meski begitu, unjuk rasa tetap berlanjut dengan kawalan ribuan aparat gabungan TNI-Polri yang dikerahkan untuk menjamin kelancaran kegiatan.

Unjuk rasa pada hari ini bertepatan dengan momen satu tahun pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin. Berdasarkan agenda yang diterima, unjuk rasa rencananya akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut hingga 22 Oktober lusa.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Magister Kenotariatan Universitas Narotama dan Pengwil PPAT Jatim Adakan Penyuluhan Hukum di Desa Kedungmaling, Mojokerto Prodi Magister Kenotariatan Universitas Narotama dan Pengwil PPAT Jatim Adakan Penyuluhan Hukum di Desa Kedungmaling, Mojokerto

30 November 2020, 16:20:23

Program Studi Magister Kenotarian (Prodi MKN) – Fakultas Hukum (FH) – Universitas Narotama (UN) Surabaya bersama Pengurus Wilayah (Pengwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jawa Timur mengadakan kegiatan baksi sosial dan penyuluhan hukum kepada masyarakat di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/11/2020). Rombongan dari Prodi MKN dan Pengwil IPPAT Jatim tersebut diterima langsung oleh Pjs Bupati Mojokerto, Dr. ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

ITS Surabaya Sabet Juara Umum Kontes Robot Indonesia 2020
01 Desember 2020, 09:00:03

ITS Surabaya Sabet Juara Umum Kontes Robot Indonesia 2020 Jakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menjadi juara umum tingkat nasional pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berharap kontes robot ini menjadi wadah bagi .....