go green
Recent Issues

Ekonomi Pulih, BI Ramal Rupiah Kian Perkasa Tahun Ini

Ekonomi Pulih, BI Ramal Rupiah Kian Perkasa Tahun Ini

27 Januari 2020, 09:00:00

Jakarta -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah cenderung menguat pada tahun ini. Prospek ini sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi global dan nasional yang juga lebih baik dari tahun sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan proyeksi ekonomi global meningkat dari 3,1 persen menjadi 3,2 persen. Peningkatan ini, katanya, terindikasi dari prospek harga komoditas hingga kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Sementara ekonomi Indonesia diperkirakan berada di 5,3 persen atau titik tengah rentang 5,1 persen sampai 5,5 persen pada tahun ini. Proyeksi ini jauh lebih baik dari perkiraan laju ekonomi tahun lalu, yaitu di atas 5 persen.

Sedangkan tingkat inflasi juga diramal terjaga rendah di kisaran 3 persen plus minus 1 persen. Begitu pula dengan Neraca Pembayaran Indonesia akibat derasnya aliran modal asing ke Tanah Air dalam beberapa waktu terakhir.

"Kalau pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan Neraca Pembayaran Indonesia, seluruh fundamental ekonomi membaik, maka akan mendorong (penguatan) rupiah," ucap Perry, Kamis (23/1).

Selain dari sisi fundamental ekonomi, Perry mengatakan penguatan mata uang Garuda juga akan terjadi akibat mekanisme pasar.

"Secara supply and demand juga membaik, eksportir komoditas membuat permintaan naik, harga komoditas juga," katanya.

Di sisi lain, Perry menekankan bahwa penguatan rupiah akan memberi dampak positif kepada perekonomian nasional. Pasalnya, rupiah yang kuat bisa membuat produksi industri berbahan baku impor menjadi lebih efisien.

Dengan begitu, realisasi ekspor pun bisa meningkat. Apalagi ini didukung dengan prospek meningkatnya permintaan global akan produk-produk dari Indonesia selaku salah satu negara mitra dagang.

"Secara keseluruhan, dampak rupiah itu positif untuk pertumbuhan ekonomi. Penguatan rupiah juga akan mendorong investasi dalam negeri," tuturnya.

Sebelumnya, bank sentral nasional memproyeksi kurs rupiah berada di rentang Rp13.900 sampai Rp14.400 per dolar AS pada tahun ini. Proyeksi ini sedikit menguat dari tahun lalu, yaitu Rp14.000 sampai Rp14.400 per dolar AS.

Berdasarkan perdagangan sore ini, kurs rupiah berada di Rp13.639 per dolar AS. Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di Rp13.626 per dolar AS pada hari ini.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Menggelar `3rd World Conference` Kolaborasi Bidang Ilmu Universitas Narotama Menggelar `3rd World Conference` Kolaborasi Bidang Ilmu

18 Februari 2020, 04:06:27

Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Narotama (UN) menggelar 3rd World Conference on Management, Business, Accounting, Sustainability Development, Engineering, Computer, Education, Applied Science, Humaniora, and Social Science yang berlangsung di Ibis Hotel Surabaya, Sabtu (15/2/2020). Konferensi internasional tersebut menghadirkan keynote speaker diantaranya adalah Prof. Dr. Abdul Thalib Bin Bon (Manajemen Teknologi, Department of Production and Operations Management UTHM), ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona
18 Februari 2020, 09:00:00

Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona Jakarta -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan sempat melakukan observasi kepada 52 orang di Jakarta karena suspek corona atau Covid-19 beberapa hari lalu. Setelah observasi, 52 orang suspek ini dinyatakan negatif .....