go green
Universitas Narotama Peduli

LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19


Ka.LPPM

Dr. Ir. Sri Wiwoho Mudjanarko ST., MT., IPM.
Direktur Kemahasiswaan

Andi Pontjo Wiyono, SH.,MH

Recent Issues

Harga Pangan Tren Turun, Cabai Anjlok

Harga Pangan Tren Turun, Cabai Anjlok

27 Februari 2020, 09:00:07

Jakarta -- Harga pangan mulai memasuki tren turun. Terpantau harga daging sapi, minyak goreng curah, dan beras perlahan turun di kisaran 1-2 persen dalam sepekan terakhir. Namun, harga cabai rawit merah dan bawang putih anjlok masing-masing 14,95 persen, dan 5,13 persen.

Pusat Informasi Harga Pangan Stratgeis (PIHPS) melansir harga cabai rawit merah rata-rata dibanderol Rp42.100 per kilogram (kg) pada Senin (24/2). Terpaut jauh dari harga pekan sebelumnya yang sebesar Rp54.050 per kg.

Di beberapa wilayah, seperti di Ambon harga cabai rawit bahkan menyentuh ke Rp18.750 per kg dan di Blitar sebesar Rp20 ribu. Padahal, di Palembang harganya sudah Rp80 ribu dan di Kendari Rp68.750.

Sementara, harga bawang putih ukuran sedang dipatok Rp46.250 per kg atau turun 5,13 persen dibandingkan pekan sebelumnya, yaitu Rp50.800.

Distribusi tidak merata tampaknya menjadi persoalan harga bawang putih. Buktinya, di beberapa wilayah harga masih di kisaran Rp36 ribu-an, seperti Lhokseumawe, Medan, Dumai, dan Jambi.

Namun, harga bawang putih menjulang lebih dari Rp50 ribu di wilayah lain, terutama arah timur, seperti Bau-bau, Ternate, dan Merauke. Di Tual, Maluku, harga bawang putih bahkan menyentuh Rp68.750 per kg.

Harga Gula Melambung

Di tengah tren turun harga bahan pangan, harga gula pasir justru melambung. Terpantau harga gula pasir lokal naik 1,74 persen menjadi rata-rata Rp14.600 per kg. Di Sibolga, Sumatera Utara, harganya bahkan menyentuh Rp16 ribu.

Untuk gula kualitas premium, harganya dibanderol Rp15.400 per kg atau naik 0,98 persen dalam sepekan. Di Ternate, harganya bahkan tembus Rp20 ribu per kg atau tertinggi jika dibandingkan wilayah lainnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana membuka keran impor gula konsumsi sebanyak 200 ribu ton. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan keputusan impor gula untuk konsumsi akan dilakukan melalui koordinasi antar kementerian dan lembaga.

Ia juga meyakinkan petani tidak akan diganggu dengan impor gula konsumsi. Untuk itu, pihaknya bakal memastikan harga jual gula impor tak akan lebih murah dari harga produksi lokal.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Galang Bantuan APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19 Universitas Narotama Galang Bantuan  APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19

27 Maret 2020, 12:43:35

Masih kurangnya perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis yang berada pada garda terdepan melawan virus COVID-19, sivitas akademika Universitas Narotama bergerak dengan memberikan bantuan paket uang dan APD yang akan didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia. Donasi bantuan uang dapat ditranfer melalui Bank BNI No. Rek. 5420021981 a.n. LPPM Universitas Narotama. Bantuan APD ( kaca mata pelindung, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona
31 Maret 2020, 09:00:17

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona JakartaSejumlah perusahaan otomotif di Indonesia mulai memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19). Salah satu perusahaan, Astra Daihatsu Motor (ADM), .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....