go green
Recent Issues

Proyek Baterai Listrik BUMN Dilirik Jepang, Usai China-Korsel

Proyek Baterai Listrik BUMN Dilirik Jepang, Usai China-Korsel

24 Oktober 2020, 09:00:00

Jakarta -- Mining Industry Indonesia (MIND ID), holding BUMN tambang, tengah menggagas pembentukan holding industri baterai listrik bernama PT Indonesia Battery Holding. Sejauh ini, proyek baterai listrik BUMN itu telah diminati oleh investor asal China dan Korea Selatan (Korsel).

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan pihaknya juga tengah menjajaki potensi kerja sama dengan Jepang, selain China dan Korsel.

"Ada yang approach (dekati) tapi masih belum sejauh dengan Korea dan China, ada dari luar juga. Kami juga melihat potensi dengan Jepang, tetapi untuk sementara masih Korea dan China," ujarnya saat berbincang secara virtual dengan awak media, Kamis (15/10).

Namun, Orias mengatakan belum ada hasil komunikasi berarti dengan Jepang terkait proyek investasi ini. Berbeda dengan China dan Korsel yang sudah menyatakan minatnya dengan potensi nilai investasi sebesar US$12 miliar atau setara Rp176,4 triliun (kurs Rp14.700 per dolar AS).

Orias bilang keinginan mengajak Jepang muncul karena Menteri BUMN Erick Thohir ingin potensi investasi pabrik baterai listrik di dalam negeri mencapai US$20 miliar atawa sekitar Rp294 triliun. Sementara itu, potensi investasi dari China dan Korsel baru mencapai US$12 miliar.

"Jadi, angka dari Pak Menteri itu US$20 miliar, itu harapan lebih jauhnya, maka kami terbuka untuk tambah mitra lain. Kalau ada tiga mitra, ya tidak apa karena nikel kita banyak, kalau ada tiga mitra bisa sampai US$20 miliar," jelasnya.

Diketahui, holding tersebut akan memproduksi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dari proses hulu sampai hilir.

Pembentukan holding diinisiasi oleh MIND ID, melalui PT Aneka Tambang Tbk, kemudian di dalamnya termasuk PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

"Di hulu akan ada Antam, kemudian yang di intermediate (tengah) ada Pertamina dan di hilir ada PLN. Untuk kontrol dari hulu ke hilir berjalan, akan dibuat sekarang lagi dalam proses, Indonesian Battery itu holding company yang akan terlibat dalam pembuatan baterai ini dari hulu ke hilir," imbuh Orias belum lama ini.

Targetnya, PT Indonesia Battery Holding paling lama terbentuk pada pekan depan. Sementara persiapan holding secara menyeluruh ditargetkan rampung dalam sebulan ke depan.

Orias menuturkan pembentukan perusahaan tinggal menyelesaikan legal status sebagai perseroan terbatas. lalu, tinggal dilaporkan ke Menteri BUMN Erick Thohir untuk disetujui dan resmi terbentuk.

"Tinggal lapor ke Pak Menteri, kita sepakat, kan selesai. Ya satu minggu, ya sampai Kamis depan lah (terbentuknya)," tandasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswi Prodi Ilmu Hukum Universitas Narotama Meraih Juara 2 Nasional Lomba Vocal Bidikmisi Skills Competition (B-SIC) 2020 Mahasiswi Prodi Ilmu Hukum Universitas Narotama Meraih Juara 2 Nasional Lomba Vocal Bidikmisi Skills Competition (B-SIC) 2020

23 November 2020, 13:17:43

Mahasiswa program studi Ilmu Hukum – Fakultas Hukum (FH) penerima program Bidikmisi Universitas Narotama (UNNAR) Tahun 2019 atas nama Yunita Windriana berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Vocal “Bidikmisi Skills Competition (B-SIC) 2020” yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi (Formadiksi) Universitas Negeri Malang (UM) yang beralngsung pada tanggal 6 dan 18 November 2020 secara Online. Kepastian sebagai Juara 2 tersebut ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T
24 November 2020, 09:00:00

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$750 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu .....