go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Bullying SMP Purworejo

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Bullying SMP Purworejo

16 Februari 2020, 09:00:25

Jakarta -- Polisi menetapkan tiga orang tersangka yang terekam melakukan tindakan perundungan atau bullying terhadap seorang siswi di salah satu SMP di Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito saat dikonfirmasi, Kamis (12/2).

Ketiga tersangka ini berinisial TP (16), DF (15), dan UH (15). Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak. Ancaman hukumannya ialah penjara 3 tahun 6 bulan.

Penetapan tersangka itu merupakan pengembangan dari laporan yang dibuat oleh seorang saksi ke aparat kepolisian terkait dengan tindakan perundungan.

"Proses kepolisian tetap berjalan. Proses penyelidikan sudah naik ke penyidikan," ujar dia.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar F. Sutisna menyebut tiga tersangka itu tidak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun," kata dia, dikutip dari Antara.

Meski tidak ditahan, Iskandar memastikan proses hukum terhadap ketiga tersangka tetap berjalan.

Sebelumnya, video seorang siswi dipukul dan ditendang tiga siswa viral di media sosial sejak beberapa hari lalu. Peristiwa itu diketahui terjadi di salah satu SMP di Purworejo, Jawa Tengah.

Sejauh ini, tiga siswa yang terlihat memukul siswa dalam video sudah ditangkap oleh Polres Purworejo. Kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi dan juga mengundang orang tua korban.

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Purworejo juga membenarkan peristiwa dalam video yang beredar. Bullying itu terjadi di SMP Muhammadiyah, Butuh, Purworejo. Pemkab Purworejo menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengaku sudah menelpon Bupati Purworejo dan kepala sekolah terkait untuk mengurus kasus tersebut.

"Besok (hari ini, Kamis, 13/2) saya minta pengawas sekolah dan dinas untuk turun agar bicara dengan ortu anak-anak itu," kicaunya di Twitter, Rabu (12/2).

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Bantu Donasi IGD RS dr. Sutomo Surabaya Tangani Covid-19 Universitas Narotama Bantu Donasi IGD RS dr. Sutomo Surabaya Tangani Covid-19

02 April 2020, 09:24:40

Sivitas akademika Universitas Narotama (UN) terus bergerak dalam upaya membantu mereka yang berada di garda terdepan penanganan pasien Covid-19. Diwakili oleh Rektor dan Direktur Kemahasiswaan & Alumni Universitas Narotama, bantuan tersebut disalurkan secara langsung pada IGD (Instalasi Gawat Darurat) Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, Rabu (1-4-2020). Kepala IGD Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, dr. I.G.B. Adria Hariastawa, Sp.BA menyampaikan rasa terima ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

KKP Bentuk Satgas Pencegahan & Penanggulangan Covid-19
03 April 2020, 09:00:00

KKP Bentuk Satgas Pencegahan & Penanggulangan Covid-19 Jakarta -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen) Nomor 27/Kepmen-KP/2020, Satgas tersebut akan bekerja .....

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia
02 April 2020, 09:00:01

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia JakartaPeneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan hewan bisa tertular virus corona SARS-CoV-2 dari manusia yang terkena penyakit Covid-19. Hal ini diungkap peneliti LIPI Sugiyono Saputra atas kasus penularan Covid-19 terhadap .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....