go green
Recent Issues

Mau Tetap Cuan Selama Pandemi? Simak Nih Tipsnya

Mau Tetap Cuan Selama Pandemi? Simak Nih Tipsnya

10 April 2021, 09:00:00

Jakarta - Founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali mengatakan di masa pandemi ini disrupsi terus berlangsung sehingga transformasi ke platform digital menjadi sebuah keharusan. Di masa ini banyak pula pelaku usaha yang mengubah model bisnisnya, dan banyak jenis usaha baru yang bermunculan.

"Ada industri yang sangat dibutuhkan, yang harus menajwab tantangan jaman. Seperti health dan wealth. Yang menyangkut kesehatan, dan kebutuhan di masa-masa di rumah saja bisa berkembang ke depannya," kata Rhenald dalam Webinar inspiration Talk "Health and Wealth Postpandemic" BNI Investime Week di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Yang terpenting dalam menjalan usaha saat ini menurutnya membuat sebuah ekosistem, dan harus bisa mengambil keputusan yang cepat. Pasalnya, menurut Rhenald yang bisa bertahan di masa ini bukan pengusaha yang penuh keteraturan, namun yang bisa membuat keputusan tepat serta adaptif.

"Dengan adanya teknologi baru kita bisa membuat usaha kita berjalan seperti orkestra, jadi bukan hanya manajemennya saja yang penting," ujarnya.

Dia menekankan, bagi pemilik bisnis harus terus belajar dan mengelola keuangan di masa pandemi. Apalagi di masa ini pendapatan usaha sering kali tidak pasti, namun beban pengeluaran tetap ada. Untuk itu, penting bagi pengusaha untuk beradaptasi dengan teknologi baru.

"Di masa ini pendapatan bisa saja tidak tetap karena bisa saja bisnis yang dijalankan berdasarkan proyek,kemudian reputasinya. Tapi tetap harus jaga cashflow, darah hidupnya usaha adalah cash flow," ujar Rhenald.

Hal senada diungkapkan oleh Womenpreneur Shandy Aulia, yang merasakan tantangan yang berat bagi bisnis di masa pandemi ini. Menurutnya dalam menjalankan bisnis di masa pandemi sebaiknya tidak terlalu agresif, tetapi fokus pada skala prioritas yang telah ditentukan.

"Kita usahakan yang jadi keunggulan, dan itu yang menjadi prioritas dari sisi branding-nya, penerimaannya. Jangan produk yang satu belum berkembang sempurna kita terburu-buru mengembangkan lainnya," kata Shandy.

Dia menilai, pengusaha harus memastikan bisnisnya berjalan sustain sambil perlahan mencari potensi baru di pasar. Dengan begitu produk yang dihasilkan bisa tetap sejalan dengan kebutuhan pasar dan bisa diterima.

Sumber : cnbcindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dan Charity Consortium Salurkan Bantuan Sembako Ke Pondok Pesantren Universitas Narotama dan Charity Consortium Salurkan Bantuan Sembako Ke Pondok Pesantren

07 Mei 2021, 14:58:18

Universitas Narotama (UN) Surabaya bersama Charity Consortium menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat dalam kegiatan Ramadhan Box 2021. Diwakili oleh Rektor Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM, bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada KH Mas Syaiful Mulk (Ponpes Al Haqiqi Al Falahi Joyonegoro, Sidoresmo, Surabaya), Rabu (5/5/2021). Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dr. M. Ikhsan Setiawan, ST, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kisah Bill Gates Putus Sekolah tapi Sukses dan Jadi Miliarder
08 Mei 2021, 09:00:00

Kisah Bill Gates Putus Sekolah tapi Sukses dan Jadi Miliarder Jakarta -- Pendiri perusahaan Microsoft Bill Gates dikenal sebagai miliarder dari bidang teknologi. Namun untuk menyandang gelar itu, ia dilaporkan tidak memiliki gelar pendidikan sama sekali. Tidak hanya Gates, beberapa miliarder .....

Hujan Kritik untuk Nadiem Terkait Terobosan Pendidikan
06 Mei 2021, 09:00:41

Hujan Kritik untuk Nadiem Terkait Terobosan Pendidikan Jakarta, -- Sejumlah pemerhati pendidikan mengkritik hingga membantah pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang mengaku telah melakukan sejumlah terobosan dalam bidang pendidikan setelah hampir dua .....