go green
Recent Issues

Warga Swiss Daftarkan Referendum Tolak Sawit Indonesia

Warga Swiss Daftarkan Referendum Tolak Sawit Indonesia

17 November 2020, 09:00:02

Jakarta -- Gerakan menolak impor minyak sawit dari Indonesia dalam perjanjian dagang dengan Swiss dilaporkan di ambang proses referendum.

Seperti dilansir Swiss Info, Senin (16/11), usulan jajak pendapat menolak impor minyak sawit dari Indonesia diajukan oleh serikat tani Swiss, Uniterre, dan seorang petani anggur, Willy Cretegny. Gagasan mereka disebut didukung oleh 50 organisasi.

Uniterre dilaporkan berhasil mendapatkan 59.200 tanda tangan penduduk yang mendukung usulan referendum untuk menolak impor minyak sawit dari Indonesia. Mereka mendaftarkan gagasan jajak pendapat itu kepada Mahkamah Federal di Bern.Dalam sistem demokrasi di Swiss, masyarakat atau individu diperbolehkan menolak aturan atau kesepakatan yang dilakukan oleh negara.

Pemerintah akan menggelar referendum untuk menentukan nasib kesepakatan atau sebuah aturan, asalkan pihak yang mengajukan bisa mengumpulkan minimal 50 ribu dukungan dalam bentuk tanda tangan, dalam jangka waktu seratus hari setelah perjanjian atau rancangan aturan itu diajukan.

Jika dalam proses verifikasi terhadap dukungan disetujui, maka pemerintah wajib menggelar jajak pendapat.

Uniterre dan beberapa pihak lain mempermasalahkan soal perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas (FTA) tentang minyak sawit antara Indonesia dengan sejumlah negara Eropa, yaitu Swiss, Norwegia, Islandia dan Lichtenstein. Kesepakatan itu diteken pada 19 Desember 2019 lalu.

Di dalam perjanjian itu disebutkan kedua belah pihak membebaskan sejumlah komoditi dari pajak, dan memangkas tarif impor minyak sawit dari Indonesia sebesar 40 persen.

Menurut Uniterre, pemerintah Indonesia masih belum mau menerapkan standar lingkungan dan sosial untuk mencegah kerusakan hutan tropis. Mereka menentang undang-undang dan peraturan yang diusulkan untuk konsesi pertambangan, proyek infrastruktur, kertas dan kehutanan.

Para pendukung referendum berkeras bahwa ini akan berdampak buruk bagi iklim dan lingkungan, serta bagi petani kecil dan masyarakat adat.

Cretegny sebagai salah satu penggagas referendum meminta penduduk Swiss untuk menghasilkan dan mengkonsumsi minyak sawit dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

"Kita harus menghormati lingkungan kita sebagai satu kesatuan baik dari segi alam, sumber daya, lansekap, hak asasi manusia, kondisi sosial dan ekonomi," kata Cretegny.

Jika disetujui dan lolos verifikasi, maka kemungkinan proses referendum itu baru bisa digelar pada 2021 mendatang.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama dalam News Berita Harian Malaysia, Kerjasama Strategic Antarbangsa FKA Universiti Teknologi MARA Malaysia Universitas Narotama dalam News Berita Harian Malaysia, Kerjasama Strategic Antarbangsa FKA Universiti Teknologi MARA Malaysia

27 Januari 2021, 19:06:25

Universitas Narotama (UN) Surabaya menjadi salah satu 16 perguruan tinggi dari berbagai negara yang masuk dalam Kerjasama Strategik Antarbangsa Fakultas Teknik Sipil Universiti Teknologi MARA (FKA, UiTM). Mitra kerjasama strategis Universitas Narotama dengan FKA UiTM, satu-satunya institusi pendidikan Teknik Sipil di Malaysia yang telah mendapatkan akreditasi penuh selama enam tahun (tanpa interim) dari Board of Engineers Malaysia (BEM) untuk Program ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Para Pemimpin Dunia yang Minta Maaf Atas Penanganan Pandemi
27 Januari 2021, 09:00:27

Para Pemimpin Dunia yang Minta Maaf Atas Penanganan Pandemi Jakarta -- Data statistik Universitas Johns Hopkins University jumlah penularan virus corona (Covid-19) total telah mencapai 100.270.602 juta kasus di seluruh dunia per Rabu (27/1). Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, India, .....

Sidang Anak Gugat Orang Tua Rp3 M, Dua Pihak Sepakat Mediasi
27 Januari 2021, 09:00:00

Sidang Anak Gugat Orang Tua Rp3 M, Dua Pihak Sepakat Mediasi Jakarta -- Sidang perkara anak menggugat ayahnya Rp3 miliar terkait perjanjian penggunaan lahan dan bangunan berlanjut ke proses mediasi. Kasus bisa berlanjut secara hukum. Diketahui, Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (26/1), kembali .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....