go green
Recent Issues

Sepuluh Juta Orang Teken Petisi Makzulkan Trump

Sepuluh Juta Orang Teken Petisi Makzulkan Trump

16 Mei 2019, 09:00:02

Petisi berisi desakan untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang telah diteken 10 juta orang dikirim ke Kongres pada Kamis (9/5).
Selain para aktivis dan pendukung mosi tersebut, dua politikus Demokrat di Dewan Perwakilan AS juga turut menandatangani petisi yang mendesak Kongres memulai proses pemakzulan Trump itu.
"Kami memiliki 10 juta alasan untuk berada di sini hari ini," kata anggota Kongres, Al Green, bersama Rashida Tlaib di Gedung Capitol.

Green menganggap usulan pemakzulan sebagai keharusan konstitusional.
"Saya mengatakan kewajiban moral harus selalu mengalahkan kebijaksanaan politik. Anda tidak bisa mengatakan jika Anda mengalami krisis konstitusional dan kemudian tidak melakukan apa-apa," katanya.
Lusinan kotak kardus berisi tanda tangan juga berhasil dikumpulkan dari sejumlah organisasi non-profit seperti MoveOn dan Women`s March oleh Tlaib, yang telah mengajukan usulan rancangan undang-undang pemakzulan presiden.

Usulan RUU itu langsung mengarahkan Komite Yudisial Dewan Perwakilan untuk memulai proses investigasi apakah Trump telah melakukan pelanggaran yang membuatnya pantas dimakzulkan.
"Dalam menghadapi masa-masa ini, masa yang benar-benar kelam untuk negara kita, (petisi) ini ibarat jalan terang," kata Tlaib seperti dikutip AFP.
Wacana pemakzulan Trump telah lama beredar, terutama setelah presiden ke-45 itu dituduh berkolusi dengan Rusia demi kemenangan di pemilihan presiden 2016 lalu.
Namun, rangkuman investigasi jaksa khusus Robert Mueller disebut tak membuktikan Trump berkolusi dengan Rusia untuk menang dalam pilpres 2016 lalu.
Hasil penyelidikan Mueller ini memang mendapat sorotan besar. Dalam penyelidikannya, Mueller sudah mewawancarai sejumlah pejabat penting, baik dari tim kampanye Trump maupun Rusia.

Beberapa mantan orang kepercayaan Trump sendiri sudah mengaku bersalah atas sejumlah tuduhan berkaitan dengan Rusia.
Trump mengklaim sepenuhnya dibebaskan dari segala tuduhan selama ini oleh investigasi Mueller tersebut.
Namun, sejumlah politikus Demokrat termasuk Senator Elizabeth Warren, berpendapat dokumen rangkuman investigasi itu menjelaskan beberapa kemungkinan Trump berpotensi menghalangi proses hukum.
Warren merupakan seorang kandidat presiden AS 2020 dari partai Demokrat yang jika lolos akan bersaing dengan Trump. Ia turut menyerukan pemakzulan Trump.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan yang merupakan politikus Demokrat, Nancy Pelosi, memperingatkan pemakzulan berpotensi memecah belah bangsa.
Pemakzulan juga dianggap berpotensi menjadi bumerang politik bagi Demokrat menjelang pemilihan umum 2020, terutama ketika Senat didominasi oleh Partai Republik yang kemungkinan akan membebaskan presiden jika terjadi mosi pemakzulan di Dewan Perwakilan.



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Penggelaran Yudisium Calon Wisudawan Sarjana Ke-48 dan Magister Ke-36 Universitas Narotama Penggelaran Yudisium Calon Wisudawan Sarjana Ke-48 dan Magister Ke-36 Universitas Narotama

16 September 2019, 02:27:32

Lima fakultas di Universitas Narotama (UNNAR) menyelenggarakan Penggelaran Yudisium kepada Calon Wisudawan Sarjana ke-48 dan Magister ke-36 terhadap mahasiswa yang lulus pada Semester Genap TA 2018-2019. Acara penggelaran tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 September 2019. Penggelaran dilakukan oleh para dekan dari masing-masing fakultas yang ada di UNNAR. Pemberian piagam kepada mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) oleh Dr. ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Menristekdikti Kenang Habibie Sebagai Sosok Inovatif
14 September 2019, 09:00:03

Menristekdikti Kenang Habibie Sebagai Sosok Inovatif

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengenang mendiang Presiden RI ketiga Bacharudin Jusuf Habibiesebagai sosok yang sangat inovatif dan inspiratif. Nasir mengenang sosok Habibie berkontribusi mendorong kemajuan .....