go green
Recent Issues

Cengkeraman Bisnis Alibaba di Indonesia

Cengkeraman Bisnis Alibaba di Indonesia

11 September 2019, 09:00:00

Perusahaan teknologi multinasional asal China, GrupAlibaba telah melakukan pergerakan bisnis mereka diIndonesia sejak 2015 lalu, seperti investasi, ekspansi hingga akuisisi. Perusahaan yang digawangiJack Ma ini tidak hanya bergerak di bidang e-commerce, Alibaba juga merambah bidang logistik, hingga fintech (teknologi finansial).

Berikut pergerakan bisnis Grup Alibaba di Indonesia sejak 4 tahun lalu.

Memiliki Saham di Tokopedia


Tokopedia merupakan salah satu e-commerce yang dibidik Alibaba untuk mengembangkan sayap mereka di tanah air. Pada 17 Agustus 2017, Tokopedia mengumumkan perolehan investasi senilai US$1,1 miliar atau setara Rp14 triliun.

Babak investasi itu dipimpin Grup Alibaba dan menjadikan Alibaba sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia. Kerjasama ini diyakini mempermudah para penjual dan para mitra Tokopedia untuk mengembangkan usahanya ke seluruh daerah di Indonesia.
Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Lazada

Selain menanam saham di Tokopedia, pada April 2016, Ma mengakuisisi 67 persen saham Lazada yang berbasis di Asia Tenggara senilai US$1 miliar atau sekitar Rp1 triliun. Akuisisi ini menjadikan perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas di enam negara termasuk Indonesia.

Cakupan bisnis Alibaba kembali berlanjut pada Juni 2017, perusahaan menambah suntikan modal ke Lazada Group dengan nilai serupa. Alibaba menggelontorkan US$2 miliar atau sekitar Rp28 triliun untuk Lazada Group di pasar Asia Tenggara.

Pada Maret 2018, Alibaba lagi-lagi menyuntik dana sebesar US$2 miliar sehingga total investasi Alibaba mencapai US$4 miliar di Lazada.

Kerjasama dengan Perusahaan Logistik, J&T Express

Pergerakan bisnis Ma kali ini menyasar perusahaan logistik J&T Express, pada 9 Mei 2017, Alibaba dan J&T Express melakukan kerjasama menghasilkan anak perusahaan J&T Alibaba. Namun, J&T Express hanya menjadi rekanan Alibaba bukan sebagai mitra logistik.
J&T Alibaba fokus terhadap UKM furnitur, pertanian, makanan, minuman, serta barang kerajinan tangan.

Pada sektor teknologi finansial, Alibaba mendirikan perusahaan Ant Financial secara resmi didirikan pada 2014. Perusahaan ini bertugas untuk mengelola layanan pembayaran milik Alibaba, yakni Alipay.
Investasi di Layanan Uang Elektronik, True Money

Pada November 2016 lalu, Ant Financial sempat memberikan pendanaan kepada perusahaan Ascend Money yang merupakan induk perusahaan dari layanan uang elektronik True Money. True Money sendiri telah hadir di Indonesia sejak September 2015 usai mengakuisisi pemilik lisensi e-money di Indonesia, Witami Tunai Mandiri.

Merger Layanan Pembayaran Lazada, HelloPay

Terakhir, Ant Financial selaku pengelola Alipay melakukan merger dengan HelloPay Group pada 2017 yang notabene merupakan layanan pembayaran daring milik Lazada.

Setelah merger dilakukan, HelloPay mengganti nama menjadi Alipay dengan embel-embel nama negara tempat beroperasi seperti Alipay Indonesia, Alipay Filipina, Alipay Malaysia, dan Alipay Singapura.




Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan

10 Oktober 2019, 08:24:34

Kuliah ke luar negeri pilihan serius dan tidak bisa sekadar main-main. Paling tidak itu yang ditunjukkan Julia Lastremschi, mahasiswi asal Republik Moldova yang berkuliah di Universitas Narotama (UNNAR) demi membangun bisnis bagi masa depannya. Julia punya mimpi besar untuk membangun bisnis di masa depan dan mewujudkannya dengan memilih belajar manajemen dan marketing di luar negeri. "Aku selalu ingin belajar ke luar negeri. ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Grab Buka Kemungkinan Pisah Aplikasi Sejumlah Layanan
13 Oktober 2019, 09:00:42

Grab Buka Kemungkinan Pisah Aplikasi Sejumlah Layanan

GrabIndonesia mengatakan kemungkinan pihaknya untuk memisahkan layanan tertentu menjadi aplikasi yang terpisah. Direktur eksekutif Grab Indonesia, Ongki Kurniawan mengatakan pihaknya membuka kemungkinan untuk hal itu. "Arah kemungkinan untuk pisah aplikasi, .....