go green
Recent Issues

Carrie Lam Ingatkan AS Tak Campuri Masalah Hong Kong

Carrie Lam Ingatkan AS Tak Campuri Masalah Hong Kong

12 September 2019, 09:00:02

Pemimpin eksekutifHong Kong Carrie Lam, mengingatkanAmerika Serikat untuk tidak turut campur dalam masalah demonstrasi di kota itu. Hal tersebut disampaikan Lam setelah para pedemo mendesak Washington untuk menekan Beijing.

Hong Kong masih terus berada dalam krisis politik terparah setelah jutaan orang dilaporkan turun ke jalan untuk berdemonstrasi sejak awal Juni lalu.
Para pengunjuk rasa kembali turun ke jalan pada hari Minggu lalu, mereka bergerak ke konsulat AS untuk mendesak Kongres mengesahkan RUU yang menyatakan dukungan pada gerakan pro-demokrasi.

RUU tersebut dapat merusak hubungan dagang AS dan Hong Kong, sebab mengamanatkan pemeriksaan berkala pada pemerintah apakah mereka menghormati status semi-otonom kota tersebut.

Carrie Lam mengatakan bahwa setiap perubahan pada hubungan ekonomi dengan Washington akan mengancam "keuntungan bersama".
"Sangat tidak pantas bagi negara mana pun untuk ikut campur dalam urusan Hong Kong," katanya seperti dikutip dari AFP.
"Saya berharap tidak ada lagi orang di Hong Kong yang secara aktif memberi tahu Amerika Serikat agar meloloskan RUU tersebut."

Sementara beberapa politisi Amerika telah menyatakan dukungan untuk tujuan demokrasi para pengunjuk rasa.

Presiden Donald Trump pun menyerukan resolusi damai terhadap krisis politik dan mendesak Beijing untuk menghindari kekerasan. Meski demikian Washington membantah bahwa mereka mendukung para demonstran. Secara terpisah, lebih dari 150 anggota parlemen di Inggris telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk menawarkan kewarganegaraan kedua dan hak tinggal bagi penduduk Hong Kong.

Unjuk rasa besar melanda Hong Kong dalam tiga bulan belakangan ini. Unjuk rasa dipicu oleh pembahasan Rancangan Undang-undang Ekstradisi. Dalam rancangan awal, RUU tersebut memungkinkan tersangka satu kasus di Hong Kong bisa diadili di wilayah lain, termasuk China.

Pembahasan tersebut memicu protes dari masyarakat Hong Kong. Untuk mengakhiri protes tersebut, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan resmi membatalkan pembahasan RUU ekstradisi pada minggu ini. Namun, upaya tersebut belum memuaskan pengunjuk rasa. Demonstrasi terus berkembang dengan tuntutan akhir, mendesak Carrie Lam mundur,

Selain itu, mereka juga mendesak agar Hong Kong bisa melepaskan diri dari China.





Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan

10 Oktober 2019, 08:24:34

Kuliah ke luar negeri pilihan serius dan tidak bisa sekadar main-main. Paling tidak itu yang ditunjukkan Julia Lastremschi, mahasiswi asal Republik Moldova yang berkuliah di Universitas Narotama (UNNAR) demi membangun bisnis bagi masa depannya. Julia punya mimpi besar untuk membangun bisnis di masa depan dan mewujudkannya dengan memilih belajar manajemen dan marketing di luar negeri. "Aku selalu ingin belajar ke luar negeri. ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Grab Buka Kemungkinan Pisah Aplikasi Sejumlah Layanan
13 Oktober 2019, 09:00:42

Grab Buka Kemungkinan Pisah Aplikasi Sejumlah Layanan

GrabIndonesia mengatakan kemungkinan pihaknya untuk memisahkan layanan tertentu menjadi aplikasi yang terpisah. Direktur eksekutif Grab Indonesia, Ongki Kurniawan mengatakan pihaknya membuka kemungkinan untuk hal itu. "Arah kemungkinan untuk pisah aplikasi, .....