go green
Recent Issues

Kecam Sanksi Baru, Iran Sebut Sulit Dialog dengan AS

Kecam Sanksi Baru, Iran Sebut Sulit Dialog dengan AS

25 Juni 2019, 09:00:51

Iran mengecam sanksi baru yang diterapkan Amerika Serikat, terutama karena kali ini menargetkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Mereka menganggap Negeri Paman Sam tidak memiliki rasa hormat terhadap hukum internasional.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majid Takht Ravanchi, juga menggambarkan ketegangan antara negaranya dan AS sangat berbahaya. Menurutnya, saat ini bukan suasana yang tepat bagi AS-Iran untuk berdialog.
"Anda tidak dapat memulai sebuah dialog dengan seseorang yang mengancam Anda, seseorang yang mengintimidasi Anda," kata Ravanchi kepada wartawan di New York, Senin (24/6).
"Bagaimana kita bisa memulai dialog dengan seseorang yang pekerjaan utamanya adalah memberikan lebih banyak sanksi pada Iran? Suasana untuk berdialog semacam itu belum siap," paparnya menambahkan.

Selain itu, Ravanchi juga meminta AS menarik seluruh pesawat militer dan kapal-kapal perangnya di wilayah Teluk Arab. Ia juga meminta AS "menghentikan perang ekonomi terhadap rakyat Iran."
"Situasinya benar-benar berbahaya dan yang harus kita lakukan adalah mencoba untuk menurunkan eskalasi ketegangan," paparnya.

Pernyataan itu diutarakan Ravanchi menyusul keputusan Presiden Donald Trump menerapkan serangkaian sanksi baru terhadap sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Sanksi itu diterapkan sebagai respons AS terhadap Iran yang menembak jatuh pesawat nirawak (drone) pengintainya, RQ-4 Global Hawk, pada pekan lalu. Iran beralasan drone itu sudah memasuki wilayah mereka.

Pernyataan Ravanchi juga muncul tak lama setelah Dewan Keamanan PBB menggelar rapat tertutup untuk membahas Iran. Rapat itu digelar atas permintaan AS.
Dua jam setelah rapat berlangsung, seluruh 15 anggota DK PBB sepakat mengecam sabotase terhadap kapal tanker Saudi beberapa waktu lalu sebagai "ancaman serius bagi navigasi maritim dan pasokan energi."
DK PBB juga mendesak seluruh pihak yang terlibat di kawasan untuk menahan diri untuk tidak memperkeruh keadaan.
"Para anggota DK mendesak agar perbedaan-perbedaan harus diatasi secara damai dan melalui dialog," kata Duta besar Kuwait untuk PBB, Mansour Al-Otaibi, yang menjabat sebagai Presiden DK PBB selama bulan Juni ini, seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB, Jonathan Cohen, mengatakan kebijakan Gedung Putih terhadap Iran "tetap mengutamakan upaya sisi ekonomi dan diplomatik agar bisa membawa Iran kembali ke meja negosiasi."


Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019 Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019

20 Juli 2019, 04:17:58

Tiga mahasiswa Universitas Narotama (UNNAR) berperan besar buat tim futsal putra Surabaya menuju babak final untuk merebut medali emas Porprov Jatim VI 2019. Pada laga final, Surabaya menang 4-1 atas Kota Malang di Gajah Futsal Tuban, Sabtu (13/7/2019). Mereka adalah Bagas Arya Siswantoro (prodi Ilmu Hukum), Alfredo Sony Febryan (prodi Manajemen), dan Fernanda Dhanny Geraldine (prodi Manajemen). Futsal putra Surabaya ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Perusahaan Ritel Ponsel Harap Berkah dari Aturan IMEI
21 Juli 2019, 09:00:10

Perusahaan Ritel Ponsel Harap Berkah dari Aturan IMEI Jakarta -- Perusahaan ritel telepon seluler meyakini akan memperoleh berkah dari penerapan aturan validasi IMEI dalam waktu dekat. Beleid penghambat peredaran ponsel ilegal itu dinilai bisa mendorong omzet penjualan resmi .....

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal
21 Juli 2019, 09:00:10

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal

Tokopedia mengakui kesulitan untuk mengontrol peredaran produk ilegal, khususnya ponsel ilegal. Pasalnya, platform Tokopedia bersifat user generated content (UGC) alias para penggunalah yang mengunggah konten. Head of Category Browse .....