go green
Recent Issues

Ahli Soroti Klaster Pro Kontra Jokowi di Twitter

Ahli Soroti Klaster Pro Kontra Jokowi di Twitter

14 November 2020, 09:00:00

Jakarta, Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menyatakan klaster akun Twitter yang kontra terhadap Presiden Joko Widodo semakin besar. Hal itu terjadi sejak UU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan.

"Sejak Omnibus Law disahkan (3-10 Oktober), klaster Pro Jokowi tampak jauh lebih kecil dibandingkan klaster Kontra," ujar Ismail lewat akun Twitter, Selasa (10/11).

Ismail menuturkan analisis DE memperlihatkan bahwa akun yang meretweet postingan akun @Jokowi juga tidak sebesar sebelumnya. Padahal, akun yang meretweet postingan akun Jokowi masih sangat besar pada bulan Januari hingga Juli 2020 atau saat Covid-19.


Lebih lanjut, Ismail membeberkan akun yang biasa meretweet akun @Jokowi diketahui bergeser ke tengah di antara klaster pro dan kontra. Analisis DE juga melihat bahwa akun klaster kontra banyak meretweet postingan @Jokowi.


"Bukan karena setuju, tapi lebih banyak sebagai bentuk penolakan dan kritikan," ujarnya.

Dalam analisisnya, Ismail menyampaikan bahwa beberapa akun influensial yang sebelumnya ada dalam klaster pro Jokowi juga mengalami pergeseran. Akin itu tampak bergeser ke klaster kontra Jokowi.

"Dari narasinya, berisi kritikan yang disukai dan di-retweet oleh akun-akun di klaster kontra. Sehingga posisinya bergeser dari klaster pro ke kontra," ujar Ismail.

Tren Percakapan

Ismail menyampaikan bahwa tren percakapan UU Ciptaker naik pesat setelah disahkan oleh DPR, DPD, dan pemerintah. Percakapan itu dimotori oleh narasi dari akademisi, LSM, dan aktivis.

Sedangkan K-popers yang tadinya tidak paha, kata dia turut membaca masalah RUU Ciptaker. Setelah paham, dia berkata mereka dalam waktu singkat bersatu mengangkat tagar #MosiTidakPercaya dan tagar-tagar lain.

"Sehingga menjadi trending topic dunia," ujar Ismail.

Dia menambahkan akademisi, BEM, aktivis, LSM, media, oposisi, dan K-popers membentuk sebuah klaster besar. Dia menyebut mereka saling berinteraksi dalam satu jaringan.

"UU Omnibus Law ini telah menjadi perhatian publik non partisan. Bahkan oposisi bukan yang paling dominan seperti biasa," ujarnya.


sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
The Spirit of Society Journal Universitas Narotama Akreditasi Peringkat 4 The Spirit of Society Journal Universitas Narotama Akreditasi Peringkat 4

28 Januari 2021, 10:11:52

Berdasarkan pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2020 dan telah diterbitkan Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 200/M/KPT/2020 tanggal 23 Desember 2020, bahwa The Spirit of Society Journal – 25974777 – Universitas Narotama (UN) Surabaya Akreditasi Peringkat 4 mulai Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017. The Spirit Of Society Journal merupakan peer review ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Daftar 6 Vaksin Corona yang Akan Disetujui WHO
28 Januari 2021, 09:00:00

Daftar 6 Vaksin Corona yang Akan Disetujui WHO Jakarta -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana mempercepat persetujuan vaksin virus corona (Covid-19) buatan sejumlah perusahaan mulai dari Amerika Serikat hingga China. Langkah itu dilakukan WHO sebagai upaya mendukung program vaksinasi .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....