go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Strategi Pemerintah Kembangkan AI Rampung Juli 2020

Strategi Pemerintah Kembangkan AI Rampung Juli 2020

22 Februari 2020, 09:00:05

Jakarta, Pemerintah akan merampungkan Strategi Nasional Pengembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pada Juli 2020. Strategi ini diinisiasi oleh Kementerian Riset & Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ BRIN).

Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Michael Andreas Purwoadi mengatakan Menristek/ BRIN Bambang Brodjonegoro menargetkan strategi tersebut bisa rampung pada Juli 2020. Dalam strategi tersebut terdapat peta jalan (roadmap) penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam lima tahun ke depan.
"Iya pak menteri mintanya bulan Juli 2020. Kita usahakan. Di dalam strategi ada roadmap. Kami ingin AI bisa berjalan di Indonesia," ujar Michael di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
Strategi akan menentukan sektor mana yang akan terlebih dahulu diterapkan untuk AI dalam lima tahun ke depan. Ia mengatakan yang akan terlebih dahulu diterapkan AI adalah sektor layanan publik.
Dalam strategi tersebut juga dibuat tim pengembangan yang melibatkan baik pemerintah maupun swasta. Pemerintah diwakili oleh Kemenristek/ BRIN, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, hingga BPPT.
Di sisi swasta terdapat nama besar seperti Tokopedia, Bukalapak, dan berbagai perusahaan yang sudah mengembangkan AI. Universitas dan akademisi juga dilibatkan dalam strategi nasional ini.
"Kita sedang cari prioritas. Di pajak, keuangan sudah dipakai. Kita sedang cari [sektor] yang paling banyak dampaknya," kata Michael.

Michael mengatakan selain layanan publik ada beberapa sektor prioritas dalam AI seperti, pendidikan, kesehatan, makanan dan biotek, finansial, pertahanan, dan pariwisata.

"Target kami itu AI itu bisa membantu Indonesia dalam perkembangan ekonomi dalam memberikan layanan sosial yang lebih baik dan lebih efisien," kata Michael. (jnp/eks)

sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Minta Warga Tak Pakai Masker Medis
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Minta Warga Tak Pakai Masker Medis Jakarta -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan Presiden Joko Widodo meminta semua warga menggunakan masker untuk mencegah virus corona (Covid-19). Meski begitu, kata Doni, Jokowi meminta .....

Bos Ojol Respons Aturan PSBB Larang Angkut Orang Kala Corona
07 April 2020, 09:00:00

Bos Ojol Respons Aturan PSBB Larang Angkut Orang Kala Corona Jakarta, Representatif perusahaan ride-hailing asal Singapura, Grab di Indonesia mengatakan pihaknya tengah melakukan kajian lebih mendalam soal pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang melarang ojek online (ojol) untuk mengangkut .....

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....