go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Keamanan Siber Jepang: Peretasan Naik Saat Polemik Iran-AS

Keamanan Siber Jepang: Peretasan Naik Saat Polemik Iran-AS

16 Januari 2020, 09:00:00

Perusahaan solusikeamanan siber asal Jepang, NTT Communications menyebut serangan siber meningkat saat polemik Iran-Amerika. Aksi peretasan terus berlangsung sampai saat ini.

Menurut CEO NTT Hendra Lesmana, tak hanya menyasar kedua negara yang berkonflik, namun melebar ke sejumlah negara. Kendati demikian, Ia tak menyebutkan angka pasti berapa persen peningkatan yang terjadi.
"Memang meningkat [serangan siber], ada tujuan tertentu biasanya atau ada sesuatu yang ingin didapatkan. Bukan hanya satu negara tapi berbagai macam negara," tuturnya saat media briefing di Mood Coffee, Jakarta, Senin (13/1).

Di Indonesia menurut Hendra, antisipasi yang dilakukan untuk menangkal serangan siber selama perang dingin Iran-AS tak hanya diinisiasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tetapi institusi terkait pun telah saling berkoordinasi.

Hal itu dimaksudkan untuk mencari cara terbaik mana yang dapat menghindarkan Indonesia dari serangan siber. "Saya kira sekarang sudah cukup banyak yang dilakukan selain dari BSSN, mereka semua sudah berkoordinasi untuk mencari best practice demi menangkal serangan siber," pungkas Hendra.
Sebelumnya, pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan bahwa perang Iran dan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berpotensi meluas ke wilayah siber yang kemungkinan diikuti negara-negara lain maupun kelompok-kelompok tertentu.

Ia mengatakan agar Indonesia tidak terseret dalam serangan siber, masyarakat perlu menghindari pemakaian VPN (virtual private network) dari negara-negara yang sedang berkonflik beserta sekutunya. "Pernyataan Trump memperkuat perkiraan, saat ini sedang terjadi cyberwarfare antara kedua negara, yang kemungkinan besar diikuti oleh negara-negara lain maupun kelompok-kelompok tertentu," kata Pratama seperti dilaporkan Antara, Kamis (9/1).
"Kenapa tidak disarankan menggunakan IP negara berkonflik, hal ini untuk menghindari adanya serangan malware ke IP negara tertentu. Serangan malware masif bisa saja terjadi seperti saat wannacry dan nopetya hadir di pertengahan 2017," tambah Pratama.




Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Bantu Donasi IGD RS dr. Sutomo Surabaya Tangani Covid-19 Universitas Narotama Bantu Donasi IGD RS dr. Sutomo Surabaya Tangani Covid-19

02 April 2020, 09:24:40

Sivitas akademika Universitas Narotama (UN) terus bergerak dalam upaya membantu mereka yang berada di garda terdepan penanganan pasien Covid-19. Diwakili oleh Rektor dan Direktur Kemahasiswaan & Alumni Universitas Narotama, bantuan tersebut disalurkan secara langsung pada IGD (Instalasi Gawat Darurat) Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, Rabu (1-4-2020). Kepala IGD Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, dr. I.G.B. Adria Hariastawa, Sp.BA menyampaikan rasa terima ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia
02 April 2020, 09:00:01

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia JakartaPeneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan hewan bisa tertular virus corona SARS-CoV-2 dari manusia yang terkena penyakit Covid-19. Hal ini diungkap peneliti LIPI Sugiyono Saputra atas kasus penularan Covid-19 terhadap .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....