go green
Recent Issues

PKS Klaim Sudah Ingatkan Menteri Edhy Agar Tak Serampangan

PKS Klaim Sudah Ingatkan Menteri Edhy Agar Tak Serampangan

28 November 2020, 09:00:01

Jakarta -- Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Johan Rosihan mengaku sudah mengingatkan pemerintah agar tidak serampangan membuka kembali izin ekspor benih lobster atau benur yang sebelumnya dilarang lewat Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Menurutnya, Edhy seharusnya berperan sebagai regulator yang baik dan memperkuat pengawasan terhadap berbagai dugaan penyimpangan dan permainan yang mengedepankan profit semata.

"Kami sudah mengingatkan pemerintah agar tidak serampangan membuat keputusan membuka kembali izin ekspor benur lobster yang sebelumnya secara tegas telah dilarang," kata Johan dalam keterangannya, Rabu (25/11).

Dia menyampaikan, praktik penjualan atau ekspor benih lobster, kepiting, dan rajungan berpotensi menimbulkan indikasi kerugian negara dan lebih menguntungkan negara lain, seperti Vietnam. Menurutnya, ekspor benur juga telah mengancam populasi lobster di Indonesia selama ini.

"Kebijakan pembangunan berkelanjutan terhadap pengelolaan lobster harus menjadi prioritas pemerintah, ujar Johan.

Johan pun meminta pemerintah lebih berhati-hati menyangkut ekspor benur karena berpotensi disalahgunakan oleh oknum tertentu.

"Kita berharap bisa menjadi pembelajaran dan evaluasi total dalam pengelolaan lobster supaya komoditas ini dikelola dengan tata niaga perikanan yang berorientasi pada pemberdayaan nelayan demi memperbaiki kesejahteraan nelayan," tutur Johan.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan pihaknya telah menangkap Edhy di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini hari.

Menurutnya, penangkapan ini dilakukan terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby lobster.

Edhy diamankan usai kembali dari Amerika Serikat bersama 16 orang lain, termasuk istrinya, Iis Rosita Dewi yang juga anggota Komisi V DPR RI dari fraksi Gerindra.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa S2 Teknik Sipil Universitas Narotama Sebagai Penata Teknik Perbaikan Jalan Raya Nasional PPK 4.5 Mahasiswa S2 Teknik Sipil Universitas Narotama Sebagai Penata Teknik Perbaikan Jalan Raya Nasional PPK 4.5

15 Januari 2021, 12:43:55

Andrias Eko Adi Sutrisno, mahasiswa S2 Teknik Sipil – Fakultas Teknik Univesitas Narotama mendapat kepercayaan sebagai pengawas pelaksanaan pekerjaan jalan dari PPK 4.5 Balai Besar pelaksanaan pekerjaan jalan raya nasional Jawa Timur – Bali. Pekerjaan perbaikan jalan raya Pantura yang dimulai bulan Januari-April 2021 atau selama 4 bulan. “Pekerjaan dimulai dari perbaikan struktur tanah, rabat dan rigid. Dimulai dari ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dua Hari PPKM, 163 Perkantoran di Jakarta Ditutup Sementara
16 Januari 2021, 09:00:00

Dua Hari PPKM, 163 Perkantoran di Jakarta Ditutup Sementara Jakarta -- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta melakukan penutupan sementara terhadap 163 perkantoran selama dua hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Senin (11/1) lalu. Penutupan sementara itu .....

Menimbang Untung Rugi Investasi Saham
16 Januari 2021, 09:00:00

Menimbang Untung Rugi Investasi Saham Jakarta -- Investasi saham sedang menjadi primadona saat ini. Aksi pamer portofolio ala Raffi Ahmad, Ari Lasso, hingga Kaesang Pangarep membuat publik penasaran terhadap keuntungan yang bisa diraih dengan berinvestasi .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....