go green
Universitas Narotama Peduli

LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19


Ka.LPPM

Dr. Ir. Sri Wiwoho Mudjanarko ST., MT., IPM.
Direktur Kemahasiswaan

Andi Pontjo Wiyono, SH.,MH

Recent Issues

Virus Corona Pukul Potensi Pembiayaan Pariwisata Rp4,5 T

Virus Corona Pukul Potensi Pembiayaan Pariwisata Rp4,5 T

22 Februari 2020, 09:00:05

Jakarta -- Dampak virus corona tidak hanya memukul sektor pariwisata Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut virus corona juga memukul pembiayaan sektor pariwisata yang tahun ini ditargetkan mengalir sebesar Rp4,5 triliun.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan I OJK Indra menyebut diskusi internal akan nasib keberlanjutan program pembiayaan di sektor pariwisata masih dilakukan.

"Dengan isu virus corona, pariwisata pasti akan terkena dampaknya cukup signifikan dan kemarin di internal sedang dilakukan diskusi untuk kelanjutan program pembiayaan pariwisata," ucapnya pada Kamis, (20/2).

Ia menilai wabah virus corona yang tidak kunjung selesai memaksa pihaknya untuk mengkaji kerja sama keberlanjutan dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Kementerian Pariwisata, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di daerah-daerah pembangunan pariwisata.

Padahal, Indra melanjutkan, pariwisata memiliki potensi besar untuk menggerakkan industri turunannya, seperti perhotelan dan transportasi, yaitu penerbangan.

Untuk diketahui, 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang menjadi fokus pemerintah hingga 2024 mendatang, yakni Danau Toba, Borobudur dan sekitarnya, Lombok/Mandalika, Labuan Bajo, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, dan Morotai.

Selain pariwisata, sektor prioritas yang menjadi peluang bagi industri pembiayaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) hingga 2024, yaitu sektor agribisnis, sektor digital, sektor maritim dan perikanan, dan sektor ekonomi kreatif.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama menaksir kerugian si sektor pariwisata akibat wabah Virus Corona sebesar US$4 miliar atau sekitar Rp54,6 triliun (asumsi kurs Rp13.650 per dolar AS) dalam setahun.

Jika dirinci, sekitar US$2,8 miliar atau sekitar Rp38,2 triliun berasal dari hilangnya pemasukan devisa wisatawan dari China. Ia mengatakan rata-rata kunjungan turis Negeri Tirai Bambu mencapai 2 juta kunjungan per tahunnya.

"Ini bicara kerugian potensi satu tahun ya. Kami kan tidak tahu kapan (wabah virus corona) ini kelar, mudah-mudahan ini cepat," ujar Wishnutama di kantor Kementerian PUPR.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Galang Bantuan APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19 Universitas Narotama Galang Bantuan  APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19

27 Maret 2020, 12:43:35

Masih kurangnya perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis yang berada pada garda terdepan melawan virus COVID-19, sivitas akademika Universitas Narotama bergerak dengan memberikan bantuan paket uang dan APD yang akan didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia. Donasi bantuan uang dapat ditranfer melalui Bank BNI No. Rek. 5420021981 a.n. LPPM Universitas Narotama. Bantuan APD ( kaca mata pelindung, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona
31 Maret 2020, 09:00:17

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona JakartaSejumlah perusahaan otomotif di Indonesia mulai memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19). Salah satu perusahaan, Astra Daihatsu Motor (ADM), .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....