go green
Recent Issues

Polisi Sebut Wiranto Diserang di Daerah Rawan Paham ISIS

Polisi Sebut Wiranto Diserang di Daerah Rawan Paham ISIS

12 Oktober 2019, 09:00:00

Jakarta -- Polri menyebut lokasi penusukan Menko Polhukam Wiranto merupakan daerah yang masuk kategori rawan terpapar paham ISIS.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan setiap Polda di Indonesia sudah melakukan pemetaan daerah-daerah mana saja yang rawan terpapar radikalisme afiliasi ISIS.

"Dari hasil mapping yang dilakukan Polda Banten, area daerah kerawanan terpapar ISIS. Tiap Polda sudah memiliki mapping daerah Kabupaten, Kecamatan, desa, ring 1-3, rawan, kurang rawan, tidak rawan, sudah di-mapping," tutur Dedi di Mabes Polri, Kamis (10/10).

Terkait apakah kedua pelaku sudah dalam pantauan kepolisian lantaran berada di wilayah rawan, Dedi hanya mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman.

"(Pelaku) belum (dipantau), wilayahnya cukup rawan, nanti didalami," ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan pihak Densus 88 Antiteror masih terus mendalami hal tersebut.

"Sudah langsung kerja sama dengan Polda Banten mendalami," ucap Dedi.

Wiranto diserang usai meresmikan gedung baru kampus Mathla ul Anwar, Menes, Pandeglang, Banten, pukul 11.55 WIB.

Wiranto mengalami luka di perut dan dibawa ke RS Berkah, Pandeglang sebelum dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta menggunakan helikopter.

Sementara Kapolsek Menes Kompol Daryanto turut menjadi korban penyerangan dan mengalami luka di bagian punggung.

Pelaku diketahui berjumlah dua orang, yakni laki-laki berinisial SA alias Abu Rara dan perempuan berinisial FA.

Dedi mengatakan pihaknya mendalami kemungkinan dua pelaku penusukan terhadap Wiranto bagian dari jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terpapar paham ISIS.

"Nanti akan didalami apakah pelaku terhubung dengan jaringan JAD Cirebon atau JAD Sumatera," kata Dedi.

Terkait peristiwa ini, Mabes Polri menyatakan tak ada istilah kecolongan saat melakukan pengamanan terhadap Wiranto. Dedi menjelaskan dalam sebuah kegiatan publik adalah hal wajar bagi seorang pejabat untuk meladeni interaksi dengan masyarakat.

"Tidak ada istilah kecolongan, jadi interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti hal ya yang sudah terjadi seperti itu, bersalaman, disapa itu hal biasa," tutur Dedi.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rektor Melakukan Kunjungan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Rektor Melakukan Kunjungan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

28 Januari 2020, 06:04:01

Rektor Universitas Narotama (UN) Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jumat (24/1/2020) siang. Rektor beserta pejabat struktural Universitas Narotama antara lain Dr. M. Ikhsan Setiawan, ST, MT (Wakil Rektor I), Aryo Nugroho, S.Kom, MT (Dekan Fasilkom) dan Elok Damayanti, SE, MM (Kabag Kerjasama Dalam Negeri) diterima langsung oleh ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tokopedia Gaet Pendanaan Akhir Sebelum Lepas Saham ke Amerika
28 Januari 2020, 09:00:26

Tokopedia Gaet Pendanaan Akhir Sebelum Lepas Saham ke Amerika

Tokopedia tengah menyelesaikan tahap akhir dari penggaetan investor untuk putaran pendanaan mereka. Mengutip Financial Times, penggalangan dana seri G ini diperkirakan jadi pengumpulan dana terakhir perusahaan ecommerce itu sebelum melepas saham perdana atau Initial .....