go green
Recent Issues

China Marah karena G7 Ikut Campur Urusan Hong Kong

China Marah karena G7 Ikut Campur Urusan Hong Kong

28 Agustus 2019, 09:00:02

Chinamengecam pernyataan bersama para pemimpin negaraG7 yang sepakat mendukung otonomi Hong Kong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan Beijing menolak dengan tegas pernyataan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan negara anggota G7 yang disepakati dalam pertemuan di Biarritz, Perancis, pada akhir pekan lalu.
Menurut Geng, negara G7 telah "ikut campur" dan "menyembunyikan niat jahat" dengan mengeluarkan pernyataan tersebut.
"Kami telah berulang kali menekankan bahwa urusan Hong Kong adalah murni urusan dalam negeri China dan bahwa tidak ada pemerintah, organisasi, atau individu asing yang memiliki hak untuk campur tangan," kata Geng dalam jumpa pers rutin di Beijing, Selasa (27/8).
Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat sepakat mendukung otonomi Hong Kong dalam pertemuan G7 kemarin.

Dukungan itu diberikan guna merespons demonstrasi besar-besaran yang telah terjadi sejak awal Juni lalu di Hong Kong.
"G7 menekankan kembali eksistensi dan pentingnya perjanjian antara Inggris dan China tahun 1984 tentang Hong Kong," bunyi pernyataan bersama negara G7.

Selain mendukung otonomi Hong Kong, negara G7 juga mendorong para demonstran menghindari kekerasan dalam pernyataan itu.
Jutaan orang dilaporkan telah turun ke jalanan Hong Kong sejak tiga bulan terakhir, hingga membuat wilayah itu jatuh ke dalam krisis politik terparah sejak 1997 lalu. Saat itu Inggris menyerahkan kekuasaannya terhadap Hong Kong kepada China.

Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi, yang memungkinkan tersangka sebuah kasus diadili di negara lain, termasuk China.
Sebagian besar unjuk rasa berujung ricuh hingga aparat harus menembakkan gas air mata dan melemparkan granat untuk memecah massa. Demonstran bahkan sempat melumpuhkan Bandara Internasional Hong Kong, bandara tersibuk ke delapan di dunia, selama dua hari.
Meski Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah membatalkan RUU itu, para pedemo masih tak puas dan menuntut dirinya mundur. Lambat laun, tuntutan para demonstran semakin berkembang yakni ingin membebaskan Hong Kong dari China.





Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

23 Juta Pekerjaan Akan Tergantikan oleh Robot
31 Oktober 2020, 09:00:01

23 Juta Pekerjaan Akan Tergantikan oleh Robot Jakarta -- McKinsey Indonesia mengatakan sebanyak 23 juta pekerjaan akan tergantikan dengan otomatisasi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Indonesia ke depannya. Otomatisasi adalah penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....