go green
Recent Issues

Mulai Hari Ini RSBI/SBI di DKI Akan Dihapus

Mulai Hari Ini RSBI/SBI di DKI Akan Dihapus

09 Januari 2013, 11:39:12


Arief Setyadi

JAKARTA - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah dukungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, kini giliran Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto merespons putusan tersebut.

Taufik menyatakan, terhitung mulai hari ini, semua RSBI akan ditutup dan dihapuskan. Keputusan itu diambil dari rapat yang dilakukan bersama dengan 49 Kepala Sekolah RSBI yang terdiri dari delapan SD, 15 SMP, 10 SMA dan 16 SMK.

"Hasil rapatnya, label RSBI di semua sekolah dihilangkan atau ditutup, sebagai bentuk respons cepat Pemprov DKI terhadap keputusan MK," ujar Taufik di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (8/1/2013).

Meski RSBI/SBI dihapus, imbuhnya, orientasi terhadap mutu harus tetap menjadi prinsip utama dengan membuka akses yang luas terhadap peserta didik terutama yang berasal dari keluarga tidak mampu. Menurut Taufik, bila ada program kegiatan yang terkait dengan pendanaan sudah dijalankan, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas.

"Bila belum dilaksanakan, anggaran dimusyawarahkan dengan komite sekolah dan orangtua, dengan catatan Komite Sekolah menjadi leading sector," ungkapnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk mengabulkan permohonan para penggugat terkait kasus RSBI. Penggugat yang terdiri dari unsur Indonesia Corruption Watch (ICW) guru, orangtua murid, dan pengamat pendidikan ini mengajukan judicial review atas Pasal 50 ayat 3 UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Mereka mengajukan beberapa pertimbangan, yakni biaya yang mahal membuat diskriminasi pendidikan serta pembedaan antara RSBI/SBI dengan non RSBI/SBI menimbulkan kastanisasi pendidikan. Selain itu, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam tiap mata pelajaran dapat merusak jati diri bangsa dan mengikis pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.(rfa)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur

24 Februari 2020, 01:50:17

Program studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama Surabaya, Jumat (21/2/2020) gelar Balsa Bridge Competition yang diikuti 40 tim sekolah SMA dan SMK se Jawa Timur. Kompetisi Balsa Bridge ini merupakan satu diantara kegiatan dari serangkaian acara yang digelar tahunan Civil Nation 2020. Liliana Hannes, sie acara Balsa Bridge Competition Universitas Narotama Surabaya menyampaikan bahwa kompetisi Balsa Bridge memang sengaja dipilih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor
23 Februari 2020, 09:00:29

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor Jakarta, Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyatakan Badan Pusat Statistik (BPS) wajib menjaga keamanan data Sensus Penduduk 2020, mengingat ada potensi terjadi kebocoran data seperti di Ekuador, .....