go green
Recent Issues

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T

24 November 2020, 09:00:00

Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$750 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani pada Rabu (18/11) di KBRI Washington DC oleh Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi mewakili Pemerintah Indonesia, dan Presiden EXIM Bank AS, Kimberly Reed. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Panjaitan turut menyaksikan penandatangan MoU tersebut.

Lutfi mengungkapkan MoU tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi khususnya di bidang pendanaan pembangunan investasi dan perdagangan.

Nilai kesepakatan baru itu meningkat dari nilai sebelumnya sebesar US$500 juta pada periode 2017 - 2018.

Menurut Lutfi, hubungan bilateral RI-AS didasarkan atas kesamaan nilai dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara, memajukan demokrasi dan stabilitas kawasan.

"MoU ini akan semakin perkuat kemitraan ekonomi RI-AS dalam upaya memperluas bidang kerja sama investasi serta pengadaan barang dan jasa," ujar Lutfi.

Dalam keterangan yang sama, Luhut menyampaikan rasa optimisnya terhadap peningkatan hubungan bilateral RI-AS. Selama beberapa waktu terakhir berbagai capaian telah berhasil diraih, antara lain perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) atau skema pembebasan tarif masuk bagi 3.500 produk ekspor ke AS untuk Indonesia, dan komitmen partisipasi AS dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Sementara itu, Reed menegaskan bahwa perjanjian tersebut merupakan capaian yang signifikan guna memperkuat partisipasi AS dalam pembangunan di Indonesia pada sektor energi, infrastruktur, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pelayanan kesehatan, dan lingkungan.

"MoU ini mencerminkan betapa pentingnya Indonesia bagi Pemerintah AS," tegas Kimberly.


Selain itu, MoU akan memperluas peluang bagi RI dan AS untuk bekerja sama dalam pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek pemerintah.

Lebih lanjut, nota kesepahaman ini juga akan mendorong peluang pengembangan usaha, antara lain di sektor infrastruktur, transportasi, energi, infrastruktur rantai pasokan pertambangan, lingkungan hidup, teknologi komunikasi dan informasi, keselamatan dan keamanan, layanan kesehatan, dan informasi geospasial.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Narotama Masuk Finalis Lomba Esai Nasional “Call For Essay 2021” Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Narotama Masuk Finalis Lomba Esai Nasional “Call For Essay 2021”

26 Januari 2021, 09:55:13

Victor Da Costa Monteiro, mahasiswa Program Studi Akuntansi – Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UN) Surabaya berhasil masuk finalis (5 besar) Lomba Esai Nasional “Call For Essay 2021” yang diselenggarakan oleh Airlangga Bojonegoro Community (ABC) yang waktu pelaksanaan tanggal 14-20 Januari 2021. Pengumuman peserta yang masuk finalis pada hari Senin, 25 Januari 2021. Lomba Esai Nasional “Call For ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

MK Gelar Sidang Sengketa Pilkada 2020 Mulai Hari Ini
26 Januari 2021, 09:00:49

MK Gelar Sidang Sengketa Pilkada 2020 Mulai Hari Ini Jakarta -- Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menyidangkan perselisihan hasil Pilkada 2020 hari ini, Selasa (26/1). Agendanya adalah pemeriksaan pendahuluan terhadap 35 dari total 132 perkara yang terdaftar. Dikutip dari situs mkri.go.id, .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....