go green
Recent Issues

Kominfo Tanggapi Video Panas Beredar di Medsos

Kominfo Tanggapi Video Panas Beredar di Medsos

13 November 2020, 09:00:00

Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menanggapi video mirip artis Gisella Anastasia (Gisel) dan foto mirip Anya Geraldine yang beredar di media sosial. Video mirip Gisel dan foto mirip Anya cukup menggegerkan publik, sebab mengandung hal-hal yang bermuatan negatif.

Menurut Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi, sejak video panas yang menyeret Gisel muncul, pihakya telah memblokir sebanyak 202 video panas mirip Gisel di lima platform media sosial, yaitu Facebook, Twitter, YouTube, Instagram, dan Telegram.

Ia menyatakan sampai hari ini, pihaknya masih terus menelusuri dan melakukan take down terhadap video panas itu.


Lihat juga: Cara Kominfo Take Down Video Panas di Medsos
"Proses penelusuran meskipun dapat 202 masih terus berlangsung. Bahkan kami sedang identifikasi di platform lain. itu masih sedang ditelusuri, jadi penelusuran masih dilakukan, masih berlanjut," kata Dedy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/11).

Dedy menyatakan pihaknya juga menelusuri dan melakukan take down foto panas mirip Anya. Akan tetapi, ia mengatakan saat ini proses penelusuran dan take down belum usai.

Ia menyarankan agar pengguna tidak menyebarkan konten pornografi di media sosial, sebab melanggar UU Pornografi dan UU ITE.

"Yang pasti saya tegaskan meski video selanjutnya masih ada penelusuran, tapi pasti kami akan lakukan tindakan tegas. Berupa pemutusan akses atau istilahnya take down konten," ujar Dedy.

Lihat juga: Kominfo Take Down Video Vulgar Mirip Gisel di Medsos
Dedy menyatakan pihaknya menyiapkan tim khusus untuk melakukan patroli siber. Tim ini akan menelusuri video berisi konten negatif berupa pornografi, perjudian hingga penipuan.

Tim ini memantau ruang siber setiap hari 24 jam tanpa henti. Tim ini menggunakan mesin pencari konten negatif yang disebut dengan AIS.

"Pemantauan dilakukan oleh tim AIS Kominfo, itu adalah satu tim khusus untuk identifikasi muatan negatif di internet, seperti pornografi, perjudian, penipuan, radikalisme digital, kekerasan seksual pada anak, cyber bullying dan seterusnya," tutup Dedy.


sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa S2 Teknik Sipil Universitas Narotama Sebagai Penata Teknik Perbaikan Jalan Raya Nasional PPK 4.5 Mahasiswa S2 Teknik Sipil Universitas Narotama Sebagai Penata Teknik Perbaikan Jalan Raya Nasional PPK 4.5

15 Januari 2021, 12:43:55

Andrias Eko Adi Sutrisno, mahasiswa S2 Teknik Sipil – Fakultas Teknik Univesitas Narotama mendapat kepercayaan sebagai pengawas pelaksanaan pekerjaan jalan dari PPK 4.5 Balai Besar pelaksanaan pekerjaan jalan raya nasional Jawa Timur – Bali. Pekerjaan perbaikan jalan raya Pantura yang dimulai bulan Januari-April 2021 atau selama 4 bulan. “Pekerjaan dimulai dari perbaikan struktur tanah, rabat dan rigid. Dimulai dari ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....