go green
Recent Issues Kapolri: Kami Tak Minta Telegram Tutup, Tapi Diberi Akses Kasus Terorisme Kapolri: Kami Tak Minta Telegram Tutup, Tapi Diberi Akses Kasus Terorisme

17 Juli 2017, 09:00:06

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya melihat adanya ancaman terhadap keamanan negara dengan adanya aplikasi Telegram yang ditengarai sebagai aplikasi percakapan yang kerap dimanfaatkan kelompok teroris untuk berkoordinasi melakukan aksi teror bahkan belajar cara merakit bom dan sebagainya.

Tito menyatakan, jajaranya telah meminta kepada pihak Telegram yang berada di Rusia agar memberi akses percakapan di aplikasi Telegram yang berkaitan dengan terorisme.

"Yang kita minta kepada Telegram bukan ditutup sebetulnya, tolong kami diberi akses. Kalau sudah menyangkut urusan terorisme, keamanan negara, kami diberi akses untuk tahu siapa itu yang memerintahkan ngebom. Siapa itu menyebarkan paham radikal. Jadi kita diberi akses khusus untuk kasus terorisme," ujar Tito di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Namun, kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu permintaan tersebut tak kunjung direspons pihak Telegram sehingga akhirnya pemerintah memblokirnya. "Tapi enggak dilayani, enggak ditanggapi. Ya kalau enggak ditanggapi kita tutup," tegas Tito.

Dijelasnnya, pada era demokrasi saat ini, privasi warga negara memang menjadi salah satu prioritas. Namun jangan sampai privasi malah membuat keamanan negara terancam. "Fine, privacy boleh. Tapi keamanan negara juga penting," tukas Tito.
(aky)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Menkopolhukam Minta PT Jaga Mahasiswa dari Pengaruh Radikal Menkopolhukam Minta PT Jaga Mahasiswa dari Pengaruh Radikal

21 Juli 2018, 01:55:20

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H. meminta para penyelenggara perguruan tinggi menjaga mahasiswanya dari pengaruh radikal yang dapat mencederai generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan di era teknologi seperti saat ini. Hal itu disampaikan Wiranto saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News