go green
Recent Issues

240 Aplikasi Bahaya Bombardir Pemakai Android RI dengan Iklan

240 Aplikasi Bahaya Bombardir Pemakai Android RI dengan Iklan

19 Oktober 2020, 09:00:01

Jakarta,Jakarta,
Pengguna Android diimbau untuk memeriksa perangkatnya setelah peneliti keamanan mengungkapkan lebih dari 240 aplikasi mencurigakan. Tim peneliti dari White Ops menyebut seluruh aplikasi itu telah membombardir ponsel Android dengan iklan yang tidak relevan.

Para peneliti menamai serangan aplikasi berbahaya itu sebagai RAINBOWMIX. Pada awalnya, aplikasi RAINBOWMIX tampak sah, karena berfungsi sebagaimana mestinya, meskipun kualitasnya buruk.

Banyak dari aplikasi itu adalah emulator Nintendo (NES) yang diambil dari sumber yang sah atau game berkualitas rendah. Iklan yang ditampilkan juga tampak sah, seperti berasal dari aplikasi dan layanan terpercaya seperti Chrome atau YouTube.

Pola aplikasi itu kemudian memungkinkan penipu untuk melewati protokol keamanan tertentu dan tidak terdeteksi, yang mengarah ke jutaan unduhan dan tayangan iklan per hari.

Melansir Forbes, pembuat seluruh aplikasi itu menggunakan perangkat lunak yang disebut packers , yang menghemat ruang dan mengaburkan muatan akhir. Kemudian perangkat lunak itu membongkar kode berbahaya mereka ketika saatnya tiba untuk melewati kontrol keamanan Google Play Store.

Google diketahui telah menghapus semua aplikasi itu dari Play Store. Para peneliti juga menyebut seluruh aplikasi itu sudah berjalan sejak 2019 dan mengalami peningkatan unduhan saat pandemi Covid-19.

Pada 21 Agustus, tim White Ops melihat sekitar 15 juta tayangan iklan per hari secara kolektif dari aplikasi RAINBOWMIX.

Dalam laman resmi White Ops, RAINBOWMIX tidak berbeda dari aplikasi resmi lainnya. tayangan iklan di luar konteks cenderung terlihat seperti tayangan iklan yang sah karena merupakan tayangan iklan yang sebenarnya.


Berdasarkan analisa, lalu lintas iklan di luar konteks dari aplikasi RAINBOWMIX terjadi di Brazil dengan 20,8 persen. Kemudian disusul Indonesia 19,7 persen; Vietnam 11 persen, Amerika Serikat 77,7 persen, Meksiko 6,2 persen, dan Filipina 5,9 persen.

Selain itu, 53,3 persen lalu lintas berasal dari Chrome Seluler 84, dan 3,6 persen berasal dari Chrome Seluler 83. 4,9 persen lalu lintas berasal dari Chrome Seluler 55, terutama dari Indonesia. 66 persen koneksi adalah kabel atau DSL dan 31,5 persen seluler.

Terkait dengan temuan itu, pengguna Android diimbau segera menghapus aplikasi mencurigakan itu. Pengguna juga dapat memeriksa apakah telah mengunduh salah satu dari 240 aplikasi mencurigakan itu dengan mengunjungi situs White Ops.






sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Narotama Juara 1 English Accounting Presentation Competition (EAPC) 2020 Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Narotama Juara 1 English Accounting Presentation Competition (EAPC) 2020

03 Desember 2020, 13:38:13

Victor Da Costa Monteiro, mahasiswa Program Studi Akuntansi – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UN) Surabaya berhasil meraih Juara 1 “English Accounting Presentation Competition (EAPC) 2020” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Politeknik PUSMANU Pekalongan yang pelaksanaan penjurian berlangsung tanggal 27-28 November 2020. Pengumuman pemenang kompetisi EAPC 2020 pada hari Minggu, 29 November 2020. Juara 1 adalah Victor ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

ITS Surabaya Sabet Juara Umum Kontes Robot Indonesia 2020
01 Desember 2020, 09:00:03

ITS Surabaya Sabet Juara Umum Kontes Robot Indonesia 2020 Jakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menjadi juara umum tingkat nasional pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berharap kontes robot ini menjadi wadah bagi .....

Bimbang Mahasiswa Kembali Belajar di Kampus saat Pandemi
05 Desember 2020, 09:00:00

Bimbang Mahasiswa Kembali Belajar di Kampus saat Pandemi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengizinkan kampus dibuka mulai Januari 2021. Namun sejumlah mahasiswa mengaku masih bimbang dengan keputusan kembali berkuliah tatap muka. Khususnya bagi mereka yang merantau, .....