go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Pertama dalam Sejarah, Raja Arab Saudi Jamu Rabi Israel

Pertama dalam Sejarah, Raja Arab Saudi Jamu Rabi Israel

25 Februari 2020, 09:00:05

Jakarta -- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saudi, dilaporkan bertemu dan menyambut pendeta Yahudi berbasis di Israel, Rabi David Ronsen, di istana kerajaan di Riyadh, pada pekan lalu.

Momen ini disebut sebagai yang pertama kali terjadi dalam sejarah modern. Jamuan Raja Salman ini juga dianggap sejumlah pihak menandakan keinginan Saudi untuk lebih membuka diri terhadap dunia Barat.

"Itu adalah pertemuan yang menakjubkan. Pengalaman yang benar-benar istimewa. Dan bukan hanya pertemuan dengan raja. Hal yang paling menarik adalah bertemu dengan para pemuda dan pandangan mereka terhadap transformasi yang sedang terjadi di negara mereka," kata Ronsen kepada Times of Israel, Senin (24/2).
Jamuan itu dilakukan Raja Salman saat menggelar Dialog Pusat antar-Budaya dan antar-Agama Raja Abdullah (KAICIID).

Pertemuan antar-kelompok agama ini juga yang pertama digelar oleh Raja Salman sebagai pemimpin jajaran direksi KAICIID yang dibentuk delapan tahun lalu. Selama ini, Raja Saudi tak pernah mengundang jajaran direksi KAICIID secara personal ke kediamannya.

"Dua tahun lalu, pihak berwenang Saudi tidak mempertimbangkan untuk mengundang kami dan terutama saya sebagai seorang rabi. Karena itu, jamuan di istana kerajaan ini adalah momen revolusioner," kata Ronsen.

Dilansir The Jerusalem Post, Ronsen merupakan seorang tokoh kerja sama antar-keyakinan. Ia merupakan satu dari delapan pemimpin direksi KAICIID yang mewakili umat Yahudi.

Sementara itu, tujuh pemimpin direksi lainnya mewakili agama Islam, Buddha, Kristen, dan Hindu.

Ronsen juga merupakan warga Israel dan statusnya itu menjadikan pertemuan dia dengan Raja Salman semakin tidak biasa.

Meski begitu, Ronsen kehadirannya dalam forum itu adalah untuk mewakili agama dan dunia Yahudi, bukan arus politik tertentu.

"Saya diundang Raja Salman sebagai wakil umat Yahudi, bukan dalam identitas nasional tertentu," ucap Ronsen.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Minta Warga Tak Pakai Masker Medis
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Minta Warga Tak Pakai Masker Medis Jakarta -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan Presiden Joko Widodo meminta semua warga menggunakan masker untuk mencegah virus corona (Covid-19). Meski begitu, kata Doni, Jokowi meminta .....

Bos Ojol Respons Aturan PSBB Larang Angkut Orang Kala Corona
07 April 2020, 09:00:00

Bos Ojol Respons Aturan PSBB Larang Angkut Orang Kala Corona Jakarta, Representatif perusahaan ride-hailing asal Singapura, Grab di Indonesia mengatakan pihaknya tengah melakukan kajian lebih mendalam soal pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang melarang ojek online (ojol) untuk mengangkut .....

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....