go green
Recent Issues

Ada Tumpang Tindih dengan RI di Laut China Selatan

Ada Tumpang Tindih dengan RI di Laut China Selatan

11 Januari 2020, 09:00:00

China menegaskan tak memiliki sengketa wilayah kedaulatan dengan Indonesia setelah puluhan kapal ikannya menerobos masuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna dan menuai protes dari Jakarta.

Meski begitu, China mengaku memiliki klaim yang tumpang tindih dengan Indonesia di Laut China Selatan.
"Saya ingin menegaskan bahwa China dan Indonesia tidak punya sengketa terkait wilayah kedaulatan. Kami memiliki klaim hak dan kepentingan maritim yang tumpang tindih di beberapa wilayah di Laut China Selatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang dalam jumpa pers di Beijing pada Rabu (8/1).


Geng menuturkan China berharap Indonesia akan tetap tenang dalam menyikapi perbedaan pendapat soal perbedaan pendapat mengenai klaim yang tumpang tindih ini. Ia menuturkan China berniat menangani perbedaan pendapat dengan Indonesia ini dengan cara yang tepat dengan tetap menjunjung tinggi hubungan bilateral serta menjaga stabulitas perdamaian di kawasan.
Geng juga mengatakan faktanya China telah berkomunikasi dengan Indonesia mengenai kisruh di Natuna ini melalui jalur diplomatik.

Puluhan kapal ikan China itu mulai muncul di ZEE Indonesia di sekitar Natuna pada 10 Desember lalu. Meski  Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan TNI sempat melakukan pengusiran, kapal-kapal ikan yang dikawal coast guard dan kapal fregat China itu menolak pergi dari ZEE Indonesia.

Jakarta telah melayangkan nota protes kepada Beijing terkait hal ini. Namun, China menolak nota protes itu dengan mengatakan bahwa nelayannya telah lama melaut dan mencari ikan di perairan Kepulauan Nansha dan sekitarnya, yang menurut Indonesia masih merupakan zona ZEE-nya berdasarkan UNCLOS 1982.
TNI hari ini memastikan kapal-kapal nelayan China sudah keluar dari ZEE Indonesia di Natuna setelah Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Natuna.

Meski begitu, Geng menuturkan China tetap memiliki kedaulatan atas Kepulauan Nansha dan perairan di sekitarnya.
"Kami berulang kali dan dengan jelas menyatakan bahwa China memiliki kedaulatan atas Kepulauan Nansha dan hak kedaulatan serta yurisdiksi atas perairan di sekitarnya. Posisi kami sesuai dengan hukum internasional," ucap Geng seperti dikutip situs Kemlu China.




Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB

20 Januari 2021, 17:59:26

Ir. Adi Prawito, MM, MT, dosen Program Studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama (UN) berhasil meraih gelar doktor. Adi Prawito lulus dengan predikat Sangat Memuaskan setelah menjalani ujian terbuka pada Program Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu 20 Januari 2020. Disertasi yang ditulis Adi Prawito untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar doktor berjudul “Modifikasi MPM untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....