go green
Recent Issues

Mau Sukses? Bos BRI Ungkap Tips Kelola Usaha Biar Langgeng

Mau Sukses? Bos BRI Ungkap Tips Kelola Usaha Biar Langgeng

08 Mei 2021, 09:00:00

Jakarta - Banyak pengusaha gagal menjalankan usahanya yang karena dinilai mereka belum mampu mengelola usahanya dengan baik. Salah satunya yakni dengan manajemen kepatuhan tata kelola yang baik dan manajemen risiko.

Direktur Kepatuhan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Ahmad Solichin Lutfiyanto, mengatakan salah satu kunci membangun bisnis memang tergantung tujuannya. Kalau jangka panjang, manajemen kepatuhan tata kelola ini sangat penting diterapkan pelaku usaha guna mencapai pertubuhan yang stabil.

"Membangun manajemen tata kelola kepatuhan yang baik ujungnya akan mencapai sustainability growth [pertumbuhan berkelanjutan] secara jangka pendek maupun panjang, perusahaan akan lebih baik dibandingkan hanya mengejar keuntungan semata," jelasnya dalam program BRI Cuap Cuap Cuan Berkah, Selasa (4/5/2021).

Ahmad menjelaskan kepatuhan itu menjadi sebuah integritas yang professional bagi seorang pengusaha. Tata kelola ini tidak memerlukan peralatan yang canggih, karena bisa dibangun dengan hal sekecil apapun. Jika kepatuhan sudah terbentuk maka dengan sendirinya akan terbentuk trust atau kepercayaan dari pelanggan.

Selain itu, saat memulai usaha harus tahu siapa target pelanggan yang disasar. Fokus mengenai kebutuhan calon pelanggan seperti apa guna mengetahui program apa yang bisa diberikan kepada target pelanggan itu.

"Misalkan ternak lele mau dijual ke siapa? Warung lele atau ke pasar, itu programnya akan beda, kalau mau bagus lagi bangun dulu kepercayaan dari targetnya," jelasnya.

Ahmad mengatakan jangan menafikan adanya potensi risiko kegagalan. Menurutnya, di balik pengusaha sukses, tentu ada perjalanan di mana dia pernah merasakan kegagalan. Dengan demikian, kegagalan itu menjadi pengingat risiko sehingga bisa diantisipasi ke depan.

"Sambil nanti kita bisa tahu risiko dan bisa mengelola resiko, UMKM memang sulit melewati rintangan, tapi setelah gagal harus tahu alasannya apa, lalu dimulai dengan semangat baru, jadi ke depan bisa mitigasi dengan baik," katanya.

Sumber : cnbcindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

08 Juni 2021, 13:51:46

Sejak Rabu (2/6/2021), suasana Ruang Rapat Gedung D Universitas Narotama (UN) Surabaya selalu terlihat banyak orang beraktivitas. Mereka secara marathon sedang menyusun Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) untuk semua program studi (prodi) yang ada di lingkungan Universitas Narotama. Kegiatan yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM ini melibatkan berbagai unit ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas
14 Juni 2021, 09:00:00

Nestapa Penyidik KPK, Tak Lolos TWK Kini Disidang Etik Dewas Jakarta -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19, M. Praswad Nugraha berhadapan dengan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait laporan dugaan pelanggaran etik. Praswad .....

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital
14 Juni 2021, 09:00:00

Kominfo Jelaskan Nasib TV Lokal Saat Pindah ke Siaran Digital Jakarta -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan soal nasib stasiun televisi lokal saat pemerintah sepenuhnya mengalihkan seluruh siaran analog menjadi siaran digital atau Analog Switch Off (ASO). Juru bicara Kominfo .....

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah
11 Juni 2021, 09:00:04

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah Jakarta, -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengatur siapa saja guru yang dapat mengajar pada pembelajaran tatap muka disekolah. Hal ini menyusul permintaan .....