go green
Recent Issues

Saingi Jepang-AS, UEA Patungan Lebih Besar untuk Dana Abadi

Saingi Jepang-AS, UEA Patungan Lebih Besar untuk Dana Abadi

15 Januari 2020, 09:00:02

Jakarta -- Uni Emirat Arab (UEA) akan memberikan kontribusi lebih besar bagi proyek pembentukan lembaga pengelola dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia. Kontribusi dari negara di Timur Tengah ini disebut-sebut akan mengalahkan Amerika Serikat dan Jepang yang juga tertarik pada SWF Tanah Air.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan usai mengikuti rangkaian pertemuan bilateral antara Indonesia dan UEA di Abu Dhabi pada Minggu (12/1). Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ).

"Dari perbincangan tadi diungkap bahwa pihak UEA akan menjadi kontributor terbesar dalam proyek SWF di antara yang lainnya. Yang masuk ke dalam SWF adalah UEA, Softbank (Jepang), dan IDFC dari Amerika Serikat, dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut bergabung," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (13/1).

Sayangnya, Luhut belum buka suara soal nominal dana yang sekiranya akan dikucurkan UEA karena masih proses finalisasi. Begitu juga dengan aliran dana yang akan diberikan oleh AS dan Jepang.

Kendati begitu, menurutnya, ketertarikan para negara ini perlu diapresiasi. Sebab, konsep SWF sejatinya merupakan lembaga yang bertugas untuk mengelola dana abadi yang berasal dari kelebihan kekayaan suatu negara.

Kekayaan suatu negara sendiri bisa berasal dari dua sumber, yaitu sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui seperti minyak, gas, serta batu bara, dan bersumber dari aset keuangan. Misalnya, obligasi, saham, dan lainnya.

"Mungkin ini baru pertama kali terjadi pihak-pihak yang bermodal besar bekerja sama dalam satu proyek," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembahasan proyek SWF akan kembali dibicarakan pada bulan depan. Pasalnya, pemerintah melalui Menteri BUMN Erick Thohir perlu menyiapkan dasar hukum pembentukan SWF lebih dulu.

"Pak Erick bersama mereka akan membicarakan hal yang menyangkut hukum dan UU-nya agar lebih matang lagi. Kedua belah pihak akan membawa ahli hukumnya untuk mengevaluasi. Mereka menekankan Indonesia tetap menjadi leader dalam proyek SWF," tuturnya.

Kemudian, pemerintah juga perlu kembali membicarakan kelanjutan pembentukan SWF dengan AS dan Jepang. Rencananya, pembicaraan dengan kedua negara juga akan dilakukan pada bulan depan.

Di sisi lain, Luhut turut menekankan bahwa kontribusi dari UEA sangat penting, khususnya di bidang investasi. Sebab, selama ini banyak pandangan menyatakan bahwa Indonesia hanya berorientasi ke negara-negara barat dalam menjaring investasi.


"Selama ini, menurutnya kami hanya melihat ke barat, inilah saatnya kami melihat dan bekerja sama dengan Timur," tekannya.

Di luar SWF, kedua negara juga menandatangani 16 perjanjian kerja sama. Lima perjanjian berupa kerja sama antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Sedangkan 11 perjanjian lain merupakan kerja sama antar bisnis di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar US$22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Menggelar `3rd World Conference` Kolaborasi Bidang Ilmu Universitas Narotama Menggelar `3rd World Conference` Kolaborasi Bidang Ilmu

18 Februari 2020, 04:06:27

Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Narotama (UN) menggelar 3rd World Conference on Management, Business, Accounting, Sustainability Development, Engineering, Computer, Education, Applied Science, Humaniora, and Social Science yang berlangsung di Ibis Hotel Surabaya, Sabtu (15/2/2020). Konferensi internasional tersebut menghadirkan keynote speaker diantaranya adalah Prof. Dr. Abdul Thalib Bin Bon (Manajemen Teknologi, Department of Production and Operations Management UTHM), ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona
18 Februari 2020, 09:00:00

Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona Jakarta -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan sempat melakukan observasi kepada 52 orang di Jakarta karena suspek corona atau Covid-19 beberapa hari lalu. Setelah observasi, 52 orang suspek ini dinyatakan negatif .....