go green
Recent Issues

Asap Karhutla Makin Pekat, Jarak Pandang di Kepri Makin Buruk

Asap Karhutla Makin Pekat, Jarak Pandang di Kepri Makin Buruk

20 September 2019, 09:00:00

Jakarta -- Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyatakan jarak pandang di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) terus menurun karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat.

"Kondisi saat ini jarak pandang mendatar (visibility) di wilayah Kepri cukup rendah berkisar antara 2.000 sampai dengan 4.000 meter," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman seperti dilaporkan Antara, Rabu (18/9).

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hat dan waspada dalam perjalanan, terutama transportasi laut. BMKG memantau jumlah titik api yang tersebar di Kepri dan sekitarnya masih banyak.

"Melihat kondisi hot spot yang hingga saat ini belum juga berkurang, maka kami menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar mencegah jangan sampai terjadi peristiwa kebakaran hutan dan lahan baik dalam skala kecil maupun besar," jelas dia.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok atau sampah sembarangan dan tidak membakar sampah di lahan terbuka. Sementara itu, Kepala Pos Syahbandar Sekupang, P Samosir menyatakan meski jarak pandang berkurang namun belum ada pelayaran yang dibatalkan.

"Sementara ini belum ada penundaan," ujar dia.

Ia mengatakan Syahbandar sudah menginformasikan ke kapten kapal mengenai kondisi asap tebal.

"Kalau masih 1,5 mil masih bisa. Asap tetap nampak," tegas dia.

Kualitas Udara di Batam Tidak Sehat

Kualitas udara di Kota Batam Kepulauan Riau dalam kategori tidak sehat, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipantau pemerintah kota setempat.

"ISPU sudah 170-an," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmaryadi seperti dilaporkan Antara.

Kadar udara dikatakan sehat bila ISPU di bawah 100. Sementara ISPU 100-199 dalam kategori tidak sehat, 200-299 kategori sangat tidak sehat dan di atas 300 kategori berbahaya.

Didi mengatakan Dinkes Batam telah membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan di simpang-simpang agar terhindar dari penyakit akibat kabut asap. Sementara itu, warga Batam, Habibie mengeluhkan udara Batam yang semakin pekat.

"Mata sudah mulai sakit kalau naik motor," kata dia.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pembekalan Kode Etik Notaris Persiapan UKEN 2019 Pembekalan Kode Etik Notaris Persiapan UKEN 2019

19 Oktober 2019, 03:44:40

Kode Etik merupakan tuntunan / pedoman / petunjuk perilaku bagi Notaris dalam menjalankan jabatannya dan berperilaku. Seorang Notaris harus memiliki moral akhlak serta kepribadian yang baik yang diatur dalam kode etik Notaris dan Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN). Hal tersebut ditegaskan dalam acara “Pembekalan dan Pendalaman Materi Ujian Kode Etik Notaris, UKEN 2019” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Program Studi Magister ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

RI Gandeng Belanda Genjot Ekspor Dekorasi Rumah ke Eropa
19 Oktober 2019, 09:00:00

RI Gandeng Belanda Genjot Ekspor Dekorasi Rumah ke Eropa Jakarta -- Kementerian Perdagangan RI dan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda sepakat mendorong pengembangan ekspor produk dekorasi rumah Indonesia ke pasar Eropa. Kedua belah .....

Server BMKG Diretas
17 Oktober 2019, 09:00:16

Server BMKG Diretas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) menyebut server yang menangani data kualitas udara PM10 diretas. Peretasan ini menyebabkan tidak berfungsinya pengiriman otomatis data polutan PM10 di situs dan .....