go green
Recent Issues

Hakim Tegur Djoko Tjandra Tertidur dalam Persidangan

Hakim Tegur Djoko Tjandra Tertidur dalam Persidangan

26 Oktober 2020, 09:00:01

Jakarta -- Ketua majelis hakim, Muhammad Sirad menegur terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Joe Chan lantaran tertidur dalam persidangan perkara surat jalan palsu yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/10).

Sidang Djoko Tjandra ini digelar secara virtual dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Saya ingatkan terdakwa agar tidak tidur, mendengarkan," kata Sirad dalam persidangan dengan pengeras suara.

Sirad meminta agar pengacara terdakwa dapat mengkondisikan kliennya untuk mengikuti prosesi persidangan dengan benar dan tidak tidur. Djoko Tjandra juga diminta memberikan tanggapan atas dakwaan jaksa.

"Nanti terdakwa akan dimintakan tanggapan terkait dakwaan," ujar Sirad.

Perintah itu diikuti Djoko Tjandra. Namun, tak lama kemudian, terlihat dari layar yang disiarkan dalam ruang persidangan, Djoko Tjandra beberapa kali tertidur di atas kursinya.

Djoko Tjandra mengikuti rangkaian persidangan secara daring dari Lapas Salemba, Jakarta mengingat statusnya yang juga merupakan terpidana kasus korupsi hak tagih (Cessie) Bank Bali. Terlihat dia didampingi oleh dua pria yang mengenakan jubah advokat.

Djoko Tjandra yang mengenakan masker putih dan baju batik cokelat itu bersandar santai sembari mendengarkan persidangan. Dia sesekali menyenderkan badannya sambil menutup mata ketika pengacaranya sedang membela dirinya.

Sebagai informasi, Djoko Tjandra didakwa memalsukan surat jalan untuk bisa keluar masuk Indonesia. Buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali itu mendapat bantuan dari Anita Dewi Kolopaking serta Brigjen Prasetijo Utomo dalam memalsukan surat jalan tersebut.

Djoko Tjandra didakwa melanggar Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kemudian, Anita Kolopaking didakwa Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ke-1 juncto Pasal 6 ayat (1) KUHP subsidair Pasal 426 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan dakwaan ketiga Pasal 221 KUHP.

Terakhir, Brigjen Prasetijo didakwa Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 61 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. subsidair Pasal 223 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswi Prodi Ilmu Hukum Universitas Narotama Meraih Juara 2 Nasional Lomba Vocal Bidikmisi Skills Competition (B-SIC) 2020 Mahasiswi Prodi Ilmu Hukum Universitas Narotama Meraih Juara 2 Nasional Lomba Vocal Bidikmisi Skills Competition (B-SIC) 2020

23 November 2020, 13:17:43

Mahasiswa program studi Ilmu Hukum – Fakultas Hukum (FH) penerima program Bidikmisi Universitas Narotama (UNNAR) Tahun 2019 atas nama Yunita Windriana berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Vocal “Bidikmisi Skills Competition (B-SIC) 2020” yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi (Formadiksi) Universitas Negeri Malang (UM) yang beralngsung pada tanggal 6 dan 18 November 2020 secara Online. Kepastian sebagai Juara 2 tersebut ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T
24 November 2020, 09:00:00

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$750 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu .....