go green
Recent Issues

Pegang 10 Saham Ini Sebulan Langsung Tajir, Telat Masuk?

Pegang 10 Saham Ini Sebulan Langsung Tajir, Telat Masuk?

18 Mei 2021, 09:00:01

Jakarta - Pasar saham Indonesia pada pekan lalu hanya diperdagangkan selama 2 hari, yakni Senin (10/5/2021) dan Selasa (11/5/2021), karena adanya libur panjang memperingati Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Setelah libur berlalu, investor pun dihadapkan pada momen perdagangan perdana yakni Senin pekan ini (17/5/2021).

Pekan lalu, atau selama 2 hari, IHSG menguat 0,17%. Pada perdagangan akhir pekan yang berakhir Selasa (11/5/2021), IHSG ditutup melemah 0,63% ke level 5.938,35.

Selama sepekan, nilai transaksi IHSG mencapai Rp 12,08 miliar dan investor juga masih memborong saham-saham di pasar reguler sebanyak Rp 965 miliar sepanjang pekan lalu.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, meski bulan Mei belum berlalu alias baru tanggal 17 Mei, tapi tercatat sejumlah saham menguat signifikan dalam 30 hari perdagangan terakhir secara akumulatif.

Berikut daftar 10 saham top gainers sebulan terakhir.

10 Top Gainers 1 Bulan Terakhir, per 11 Mei 2021
1. Triputra Agro Persada (TAPG), +131% Rp 775/saham, transaksi Rp 4 T
2. Sentul City (BKSL), +52% Rp 76/saham, transaksi Rp 807 M
3. Kapuas Prima Coal (ZINC), +50% Rp 189.saham, transaksi Rp 2,1 T
4. Matahari Putra Prima (MPPA), +43% Rp 855/saham, transaksi Rp 1,1 T
5. Multipolar (MLPL), +35% Rp 226/saham, transaksi Rp 1,4 T
6. Bumi Resources Minerals (BRMS), +34% Rp 99/saham, transaksi Rp 1,2 T
7. Vale Indonesia (INCO), +27% Rp 5.550/saham, transaksi Rp 2,3 T
8. Merdeka Copper (MDKA), +27% Rp 2.710, transaksi Rp 4,2 T
9. Timah (TINS), +20,13% Rp 1.820/saham, transaksi Rp 2,4 T
10. Antam (ANTM), +18% Rp 2.670/saham, transaksi Rp 7,3 T

Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Grup Triputra, Triputra Agro Persada berhasil menjadi emiten anyar yang mampu berada di urutan pertama saham paling cuan sebulan terakhir. TAPG baru saja mencatatkan saham perdana di BEI pada Senin (12/4/2021), artinya memang baru sebulan terakhir listing.

Saat itu, perseroan melepas sebanyak 866,20 juta saham baru atau sebanyak 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), dengan harga pelaksanaan Rp 200/saham.

Dengan demikian, dari IPO ini, perseroan meraih dana sebesar Rp 173,24 miliar. Artinya saham TAPG sudah melesat 288% dari harga IPO.

Manajemen TAPG menyatakan, dana yang diperoleh dari penawaran umum ini akan digunakan perseroan untuk meningkatkan penyertaan modal pada perusahaan anak, yaitu PT Agro Multi Persada (AMP) yang kemudian akan disalurkan kepada perusahaan anak AMP, yaitu PT Sukses Karya Mandiri (SKM) untuk belanja modal dan modal kerja sehubungan dengan pembangunan pabrik SKM di Kalimantan Tengah.

Saham duo Grup Lippo yakni Matahari Putra Prima dan induknya Multipolar juga masuk top gainers. Penguatan ini pun terjadi di tengah kejelasan masuknya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek yang membeli saham MPPA dari Multipolar.

Matahari Putra Prima melepas saham sebanyak 11,9% ke tiga entitas perusahaan. Dari 11,9% saham MPPA yang dilepas itu, masing-masing dibeli Panbridge Invesment Ltd sebesar 3,33%, Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81%, dan PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76%.

Manajemen MLPL menjelaskan Pradipa Darpa Bangsa adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis. Sebanyak 99,996% saham Pradipa itu dipegang oleh Aplikasi Karya Anak Bangsa, pemilik Gojek, dan sebesar 0,004% dipegang oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay.

Direktur PT Multipolar Tbk, Agus Arismunandar, membeberkan pertimbangan perseroan memilih ketiga perusahaan tersebut sebagai pembeli 11,9% saham MPPA.

"Latar belakang dan pertimbangan atas masuknya ketiga pemegang saham tersebut menjadi pemegang saham MPPA karena MPPA merupakan investasi strategis yang memiliki tingkat pengembalian yang baik di masa akan datang," kata Agus dikutip dari keterbukaan informasi BEI tersebut.

Adapun Antam juga masuk top gainers kendati di urutan 10. Sebelumnya Antam acapkali menjadi saham paling aktif. Pada awal tahun 2021 atau Januari 2021 misalnya, transaksi Antam sempat menyentuh kisaran Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun per hari. Bahkan pada Desember 2020, nilai transaksi ANTM pun sempat hampir menyentuh Rp 10 triliun per hari.

Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, menyatakan ada beberapa saham yang menjadi pilihan utama, antara lain saham di sektor komoditas seperti nikel, minyak sawit mentah crude palm oil (CPO), batu bara hingga emas.

Antam masuk dalam rekomendasi saham Mirae Asset.

"Kami merekomendasikan saham Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), karena emiten tersebut penerima manfaat dari kenaikan harga nikel seiring dengan naiknya permintaan dari produksi baja dan baterai kendaraan listrik," katanya, dalam keterangan resmi.

Sumber : cnbcindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Rapat Penyusunan Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka

08 Juni 2021, 13:51:46

Sejak Rabu (2/6/2021), suasana Ruang Rapat Gedung D Universitas Narotama (UN) Surabaya selalu terlihat banyak orang beraktivitas. Mereka secara marathon sedang menyusun Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) untuk semua program studi (prodi) yang ada di lingkungan Universitas Narotama. Kegiatan yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM ini melibatkan berbagai unit ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Cara Cek Jangkauan Sinyal TV Digital di Rumah
12 Juni 2021, 09:00:00

Cara Cek Jangkauan Sinyal TV Digital di Rumah Jakarta -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membeberkan cara untuk mengecek sinyal TV Digital di berbagai daerah menggunakan aplikasi bernama Sinyal TV Digital. Informasi ini ditujukan untuk menyambut Analog Switch .....

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah
11 Juni 2021, 09:00:04

Kemendikbud Serahkan Pemda Atur Guru Mengajar di Sekolah Jakarta, -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengatur siapa saja guru yang dapat mengajar pada pembelajaran tatap muka disekolah. Hal ini menyusul permintaan .....