go green
Recent Issues

Daftar Perusahaan yang Mungkin Terapkan WFH Selamanya

Daftar Perusahaan yang Mungkin Terapkan WFH Selamanya

27 Oktober 2020, 09:00:01

Jakarta -- Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) menyusun rencana agar karyawannya bisa terus bekerja dari rumah (work from home/wfh) di masa mendatang. Hal ini dilakukan ketika negeri Paman Sam tengah bersiap menghadapi hantaman gelombang kedua virus corona.

Rata-rata perusahaan itu bergerak sebagai penyedia layanan digital. Perusahaan sektor itu memang memungkinkan pekerja mereka bekerja tanpa harus datang ke kantor.

Berikut daftar perusahaan yang mungkin tidak akan pernah mewajibkan karyawan mereka bekerja di kantor lagi seperti dilansir CNN Business, Senin (19/10).

Dropbox
Perusahaan teknologi dengan 3 ribu karyawan ini akan terus bekerja dari jarak jauh. Meski demikian beberapa karyawannya akan digilir untuk pergi ke kantor yang tengah dipugar, dan akan disebut "Studio Dropbox (DBX)," untuk kerja kolaboratif dan membangun tim.

Facebook
Mark Zuckerberg mengatakan sebanyak 50 persen karyawan Facebook (FB) dapat bekerja dari jarak jauh dalam lima hingga 10 tahun ke depan. Dia mengemukakan idenya dalam upaya untuk memuaskan preferensi karyawan dan untuk menciptakan "kemakmuran ekonomi yang lebih luas."

Okta
Perusahaan perangkat lunak Okta (OKTA) yang menyediakan perangkat lunak login pekerja ke hampir 9.000 organisasi termasuk JetBlue, Nordstrom dan Slack, berharap sebanyak 85 persen tenaga kerjanya bisa bekerja dari jarak jauh di bawah kebijakan WFH yang baru.

Sebelum pandemi virus corona melanda, 30 persen karyawan perusahaan ini telah bekerja dari jarak jauh. Okta sendiri tercatat memiliki sekitar 2.600 karyawan.

Shopify
Pada bulan Mei, Shopify (SHOP) mengumumkan bahwa mereka tengah bertransisi menjadi perusahaan "digital-by-default". Artinya, meskipun perusahaan membuka kembali kantornya pada 2021, sebagian besar karyawan akan bekerja dari jarak jauh secara permanen. "Sentrisitas kantor sudah berakhir," kata CEO Shopify Shopify Tobi Ltke.

Slack
Slack (WORK), perusahaan penyedia platform komunikasi asal Kanada, membuka peluang bekerja dari jarak jauh untuk ratusan tempat kerja. Perusahaan telah membuka peran yang dapat diisi oleh kandidat jarak jauh, dan sebagian besar karyawan Slack memiliki opsi untuk bekerja dari jarak jauh secara permanen.

Square
Perusahaan lain CEO Twitter Jack Dorsey, Square (SQ) berencana mengizinkan para stafnya untuk bekerja dari rumah bahkan setelah pandemi berakhir. Square mengatakan ingin karyawan mereka dapat bekerja dari lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Twitter
Twitter (TWTR), mengatakan akan mengizinkan beberapa karyawannya untuk bekerja dari rumah "selamanya."

Perusahaan teknologi tersebut mengatakan pengalaman bekerja dari rumah selama beberapa bulan terakhir telah menunjukkan bahwa mereka dapat bekerja dalam skala besar untuk jangka panjang.

Zillow
Zillow (Z), sebuah perusahaan yang menjadi pasar digital real estat, memberi karyawannya lebih banyak fleksibilitas bekerja dari rumah.

Perusahaan mengharapkan beberapa untuk bekerja dari rumah secara permanen, sementara yang lain mungkin datang ke kantor beberapa kali dalam sebulan atau beberapa hari dalam seminggu.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Narotama Juara 3 Lomba Esai Nasional E.G.G. IV 2020 Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Narotama Juara 3 Lomba Esai Nasional E.G.G. IV 2020

24 November 2020, 16:00:05

Victor Da Costa Monteiro, mahasiswa Program Studi Akuntansi – Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya berhasil meraih Juara 3 “Lomba Esai Nasional E.G.G. (Event of Gold Generation) IV 2020” yang diselenggarakan oleh UKM LSIP IKIP Siliwangi yang waktu pelaksanaan tanggal 11-16 November 2020. Pengumuman pemenang lomba pada hari Sabtu, 21 November 2020. Lomba Esai Nasional E.G.G. IV ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T
24 November 2020, 09:00:00

RI-AS Teken MoU Pendanaan Infrastruktur-Perdagangan Rp10,5 T Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$750 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu .....