go green
Recent Issues

Rupiah Menguat ke Rp14.105 per Dolar AS pada Akhir Pekan

Rupiah Menguat ke Rp14.105 per Dolar AS pada Akhir Pekan

05 Desember 2020, 09:00:38

Jakarta -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.105 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (4/12) sore. Posisi tersebut menguat 0,25 persen dibandingkan perdagangan Kamis (3/12) sore di level Rp14.125 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.182 per dolar AS, atau melemah tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.177 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. dolar Taiwan menguat 0,52 persen, won Korea Selatan menguat 1,34 persen, peso Filipina menguat 0,02 persen, rupee India menguat 0,25 persen, yuan China menguat 0,14 persen, ringgit Malaysia menguat 0,31 persen, dan bath Thailand terpantau menguat 0,11 persen.

Hanya yen Jepang yang terpantau melemah 0,15 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,07 persen, dolar Australia menguat 0,27 dan persen dan franc Swiss menguat 0,06 persen. Sedangkan dolar Kanada stagnan 0,00 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan dolar hari ini dipengaruhi oleh pesimisme konsumen terhadap vaksin Pfizer yang ternyata hanya bisa diproduksi 50 juta dosis, turun dari target sebelumnya yaitu 100 juta dosis.

Sentimen lain yang memengaruhi pergerakan dolar terhadap mata uang negara lain adalah kesepakatan paket stimulus senilai US$908 miliar mendapatkan momentum di Kongres AS pada hari Kamis.

"Demokrat dan Republik memiliki waktu hingga 11 Desember untuk mencapai konsensus tentang label harga paket dan mencegah penutupan pemerintah," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Sementara dari dalam negeri pergerakan rupiah dipengaruhi oleh pertambahan kasus positif covid-19 dalam beberapa hari terakhir yang semakin menggila .

Jumlah kasus yang terkonfirmasi sempat mencapai 8.369 kasus dalam sehari pada Kamis (3/12) sekaligus menjadi rekor tertinggi selama pandemi terjadi di Indonesia.

"Hal ini membuat kalangan pengusaha kian khawatir dampak yang timbul bakal semakin besar, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Mereka mempersiapkan pada skenario terburuk," sebutnya.

Dalam perdagangan akhir pekan ini, ia memprediksi rupiah ditutup menguat 35 poin di level Rp14.105 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.140. "Sedangkan untuk perdagangan minggu depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka menguat sebesar 10-50 poin di level Rp.14.070-14.120," tandasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB

20 Januari 2021, 17:59:26

Ir. Adi Prawito, MM, MT, dosen Program Studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama (UN) berhasil meraih gelar doktor. Adi Prawito lulus dengan predikat Sangat Memuaskan setelah menjalani ujian terbuka pada Program Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu 20 Januari 2020. Disertasi yang ditulis Adi Prawito untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar doktor berjudul “Modifikasi MPM untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....