go green
Recent Issues

Rival Mantu Jokowi Tak Hadiri Sidang Sengketa Pilkada Medan

Rival Mantu Jokowi Tak Hadiri Sidang Sengketa Pilkada Medan

28 Januari 2021, 09:00:00

Jakarta -- Kubu pasangan calon Pilkada Kota Medan 2020, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi tak hadir dalam sidang pendahuluan sengketa Pemilihan Kepala Daerah di Mahkamah Konstitusi pada hari ini, Rabu (27/1). Majelis hakim belum tentu melanjutkan sidang berikutnya akibat ketidakhadiran mereka.

Akhyar-Salman adalah pihak penggugat dalam sidang perselisihan Pilkada Medan 2020. Gugatan yang dilayangkan mereka tercatat dengan nomor register 41/PHP.KOT-XIX/2021.

"Sampai dengan saat ini informasi dari kepaniteraan pemohon nomor 41 (perkara sengketa Wali Kota Medan) belum hadir," ujar Hakim Konstitusi, Daniel Yusmic Foekh, Rabu (27/1).

Sidang Pilkada Medan 2020 semula digelar pukul 13.30 WIB dan digelar paralel bersama dua sidang sengketa lain dari pemilihan Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Namun, hingga dua sidang tersebut rampung, sidang Pilkada Medan urung digelar.

Di situs resmi MK, sidang gugatan Akhyar-Salman diwakili oleh tiga kuasa hukum masing-masing, Juneddi Tampubolon, Gidion Hot M. Nainggolan, dan Ucok Lumban Gaol. Namun, belum diketahui alasan kubu Akhyar-Salman dan ketiga kuasa hukumnya tak hadir dalam persidangan hari ini.

Juru bicara MK Fajar Laksono mengatakan bahwa ketidakhadiran kubu Akhyar-Salman selaku pemohon bakal menjadi pertimbangan hakim. Bisa saja perkara tidak dilanjutkan karena pemohon tidak hadir dalam sidang pendahuluan.

"Itu kewenangan penuh Majelis Hakim. Fakta ketidakhadiran itu termasuk yang akan dipertimbangkan oleh Majelis Hakim untuk melanjutkan atau tidak perkara dimaksud," kata Fajar saat dihubungi CNNIndonesia.com.

"Prinsipnya semua perkara kan harus ada putusan/ketetapan pada akhirnya nanti," tambahnya.

Sebelumnya, Tim Pemenangan Akhyar -Salman resmi mendaftarkan gugatan Pilkada Medan ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI pada 18 Desember 2020 lalu.

Ketua Tim Pemenangan Akhyar-Salman, Ibrahim Tarigan pernah mengatakan pihaknya menduga banyak terjadi kecurangan di Pilkada Medan sehingga membuat pasangan Akhyar-Salman kalah.

"Kami lihat ada penggelembungan suara di TPS. Kalau kita hitung-hitung itu kami pemenangnya. Selisihnya sekitar 50 ribuan sekian lah, jadi sebenarnya kami yang unggul," kata Ibrahim

"Kami punya dokumentasi yang lengkap misalnya soal pemberian beras dan banyak lagi. Kita sudah buat demokrasi yang terbaik, kami tak buat money politik," sambungnya.

Berdasarkan rekapitulasi KPU, Akhyar-Salman kalah dari mantu Jokowi, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman.

Bobby-Aulia memperoleh 393.327 suara atau 53,45 persen. Unggul 6,9 persen dengan Akhyar-Salman yang memperoleh 342.580 suara atau 46,55 persen.

Sumber cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Memberikan Piagam Penghargaan Kepada Dosen Pemenang Hibah TA 2021 Universitas Narotama Memberikan Piagam Penghargaan Kepada Dosen Pemenang Hibah TA 2021

25 Februari 2021, 09:25:38

Universitas Narotama (UN) memberikan piagam penghargaan kepada dosen peneliti “Penerima Pendanaan Penelitian di Perguruan Tinggi Non-PTNBH Tahun Anggaran (TA) 2021” yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEK) / Badan Riset dan Inovasi Nasional Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Piagam penghargaan tersebut diberikan untuk lebih meningkatkan semangat meneliti para dosen, dalam acara Pertemuan Pemenang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bitcoin Seharga Rumah, Bappebti Kasih Lampu Kuning
25 Februari 2021, 09:00:01

Bitcoin Seharga Rumah, Bappebti Kasih Lampu Kuning Jakarta -- Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi di instrumen aset kripto, bitcoin, meski menggiurkan karena harganya yang melonjak akhir-akhir ini. Kepala Biro Pembinaan dan .....